Pertalite Makin Diburu! Pertamina Catat Konsumsi di Jawa Timur Naik 8 Persen
Senin, 26 Okt 2026, 07:38 WIBSURABAYA - Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Jawa Timur meningkat sekitar 7â8 persen hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi âââmenuturkan kenaikan konsumsi Pertalite itu ââââdipengaruhi perubahan pola pembelian masyarakat, peralihan dari BBM nonsubsidi, serta peningkatan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor.
âPertalite itu sekitar 7â8 persen. Itu hitungan di lapangan sampai dengan September kemarin, dibandingkan dengan tahun sebelumnya,â katanya di Surabaya, Jatim, Minggu.
Ahad mengungkapkan Pertamina telah menyalurkan sekitar 2,9 juta kiloliter (KL) Pertalite di Jawa Timur dengan rata-rata konsumsi harian mencapai 10.900 KL.
Hal itu, kata dia, membuat perkembangan permintaan perlu dipantau untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat hingga akhir tahun.
Menurut Ahad, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan konsumsi adalah perubahan perilaku pembelian masyarakat yang cenderung mengisi BBM lebih cepat dan dalam jumlah lebih banyak akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan.
âBiasanya kalau tangkinya sudah setengah baru mengisi. Nah, kemarin itu kami lihat fenomena tangkinya masih seperempat kosong, baru berkurang satu bar sudah mengisi lagi,â ujarnya.
Selain itu, perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi turut memengaruhi pilihan konsumen terutama ketika kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
Konflik geopolitik, ujar dia, mendorong penyesuaian harga BBM nonsubsidi sehingga sebagian masyarakat berpotensi beralih menggunakan Pertalite yang lebih terjangkau.
Ahad menambahkan, peningkatan konsumsi juga dipengaruhi aktivitas sektor pertanian, perikanan, dan transportasi termasuk pengangkutan tebu di wilayah Malang serta penggunaan bahan bakar untuk pompa irigasi ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Di tengah peningkatan permintaan tersebut, Pertamina memastikan enam terminal BBM di Jawa Timur tetap beroperasi selama 24 jam dan mobil tangki terus menyalurkan BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dengan dukungan koordinasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
âKami terus berupaya memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat. Yang perlu kita lakukan bersama adalah meminimalkan kekhawatiran agar tidak memicu pembelian yang berlebihan dan membuat stok di SPBU lebih cepat habis,â katanya.
Ia menjelaskan antrean panjang di SPBU tidak selalu menunjukkan terhentinya pasokan karena lonjakan pembelian dapat membuat stok lebih cepat terserap dan memperpanjang waktu pelayanan, sementara antrean yang meluas hingga badan jalan berpotensi menghambat perjalanan mobil tangki menuju SPBU.
Sementara terkait kemungkinan penambahan kuota Pertalite, Ahad menurutkan keputusan tersebut merupakan kewenangan pemerintah, sedangkan Pertamina hanya bertugas menyiapkan pasokan dan menyesuaikan rencana distribusi sesuai dengan kuota yang disetujui.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Bintang Serial "Breaking Bad", RJ Mitte Meninggal Dunia pada Usia 34 Tahun
-
Pasar Andir Garut Terbakar, 10 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Api.
-
Polda Gorontalo Imbau Penambang Emas Ilegal Segera Urus Izin Pertambangan Rakyat
-
Paramount Resmi Akuisisi Warner Bros. Discovery, Raksasa Media Skydance Resmi Lahir
-
BMKG Prakirakan Wilayah DKI Jakarta pada Kamis (8/10) Diselimuti Awan Tebal Sepanjang Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.