MU Terpuruk, Carrick di Ambang Pemecatan Usai Delapan Laga Tanpa Kemenangan

Senin, 26 Okt 2026, 02:30 WIB

London  – Michael Carrick berada di ambang pemecatan setelah Manchester United kembali menelan hasil memalukan pada Minggu (25/10). Sementara itu, Arsenal menyamai perolehan poin pemuncak klasemen Manchester City, sedangkan Tottenham Hotspur melanjutkan kebangkitan mereka.

AFP Sport merangkum tiga sorotan utama dari pertandingan Liga Inggris akhir pekan ini.

Ket. Foto: Manajer Manchester United, Michael Carrick. — Sumber: AFP

Carrick terdesak di Manchester United

Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United sudah berada di ujung tanduk sebelum Bournemouth mempermalukan timnya. Kekalahan tersebut berpotensi menjadi laga terakhir mantan gelandang timnas Inggris itu di Old Trafford.

Untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir, Bournemouth meninggalkan stadion berjuluk Theatre of Dreams dengan kemenangan telak 3-0.

Carrick mengambil keputusan tegas dengan mencadangkan kapten United, Bruno Fernandes, setelah sang pemain secara terbuka mengkritik taktiknya menyusul kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions pada Rabu.

Fernandes mungkin tidak tampil sehebat musim lalu ketika dinobatkan sebagai pemain terbaik klub, tetapi pertandingan ini menunjukkan bahwa skuad United yang minim kualitas sulit kehilangan pemain terbaiknya.

Kesalahan individu Leny Yoro dan Senne Lammens turut menghadiahkan gol kedua dan ketiga bagi Bournemouth. Namun, United juga nyaris tidak menunjukkan daya juang sebagai sebuah tim, sehingga catatan tanpa kemenangan mereka kini mencapai delapan pertandingan.

Sambutan paling meriah dari suporter tuan rumah justru diberikan kepada Carrick ketika ia berjalan menuju lorong stadion. Momen tersebut bisa menjadi perpisahan bagi satu lagi sosok besar United yang gagal bertahan di tengah tekanan pekerjaan yang seolah mustahil ditaklukkan itu.

Kepergian Carrick tampaknya sulit dihindari. Namun, setelah 13 tahun dan tujuh pergantian manajer, United masih belum menunjukkan kemajuan berarti untuk membalikkan kemerosotan yang dimulai setelah Alex Ferguson pensiun, menyusul gelar Liga Inggris terakhir mereka.

Arsenal kembali mengandalkan bola mati

Pelatih Arsenal Mikel Arteta meyakini timnya telah menemukan kembali ketajaman dalam memanfaatkan situasi bola mati setelah mengakhiri paceklik gol dari skema tersebut melalui kemenangan 2-0 atas Everton pada Sabtu.

Arsenal dikenal sebagai spesialis bola mati musim lalu, dengan mencetak 29 gol melalui sepak pojok, tendangan bebas, dan penalti dalam perjalanan mereka meraih gelar juara.

Namun, gol pembuka Ezri Konsa yang tercipta dari situasi kemelut setelah sepak pojok melawan Everton di Stadion Emirates menjadi gol pertama Arsenal dari situasi bola mati dalam delapan pertandingan kasta tertinggi Liga Inggris musim ini.

"Kami belum mencetak gol dari bola mati. Kami kecewa karena sebenarnya sudah menciptakan begitu banyak peluang," kata Arteta.

"Saya yakin gol itu akan membuka sesuatu dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Mereka benar-benar yakin dengan kemampuan mereka."

"Anda harus melihat mereka saat berlatih, bagaimana tingkat perhatian mereka dan seberapa besar keyakinan mereka terhadap apa yang kami lakukan, termasuk apa yang dilakukan Nico (Jover, pelatih bola mati)," ujarnya.

Gol pertama Konsa untuk Arsenal, yang tercipta setelah sepak pojok Martin Odegaard, membuka jalan bagi timnya untuk menyamai perolehan poin Manchester City di puncak klasemen.

City sendiri menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa sehingga rekor sempurna mereka di Liga Inggris musim ini berakhir.

Tottenham kembali menemukan kebahagiaan

Jan Paul van Hecke mengatakan pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi telah mendapatkan hati para pemainnya setelah kemenangan 2-0 atas Chelsea pada Sabtu.

Van Hecke tampil impresif sebagai bek tengah untuk membantu Tottenham menang di Stamford Bridge. Kemenangan tersebut menjadi yang kedua bagi Spurs di kandang Chelsea sepanjang era Liga Inggris modern.

Gol bunuh diri kiper Chelsea, Mike Penders, disusul aksi individu gemilang Mathys Tel, mengakhiri catatan buruk Tottenham di stadion yang selama ini menjadi tempat penuh mimpi buruk bagi mereka.

"Semua orang sangat bersemangat. Ini hasil yang luar biasa dan menurut saya sepenuhnya pantas. Kami memainkan sepak bola yang benar-benar bagus," kata Van Hecke.

Tottenham mengawali musim dengan lambat meski melakukan belanja besar pada bursa transfer musim panas. Van Hecke menjadi satu dari 10 pemain yang direkrut dengan total nilai transfer 380 juta pound sterling atau sekitar 508 juta dolar AS.

Tim asuhan De Zerbi sebelumnya mengalahkan Coventry untuk mengakhiri catatan tanpa kemenangan pada awal musim liga, sebelum melanjutkan tren positif dengan menundukkan Chelsea.

"Dia dicintai. Saya juga menyukainya. Dia pelatih kelas atas dan semua orang di sini sangat bahagia," kata Van Hecke mengenai De Zerbi.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.