Marquez Gagal Menjauh, Martin Jaga Asa Juara Dunia

Senin, 26 Okt 2026, 07:13 WIB

PHILLIP ISLAND – Persaingan gelar juara dunia MotoGP makin menegangkan setelah Grand Prix Australia di Phillip Island, Minggu (25/10), dibatalkan akibat cuaca buruk. Marc Marquez kehilangan kesempatan memperlebar keunggulan. Sedangkan Jorge Martin yang tengah cedera justru terhindar dari potensi kehilangan poin berharga. Dengan hanya empat seri tersisa, perebutan gelar masih terbuka.

Hujan deras dan jarak pandang terbatas membuat penyelenggara membatalkan balapan utama meski tiket telah terjual habis. Balapan kelas Moto3 dan Moto2 juga tak dapat digelar karena kondisi lintasan dinilai membahayakan keselamatan pembalap.

Ket. Foto: Pembalap MotoGP Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, berdiri di kotaknya selama sesi latihan pertama Grand Prix Moto GP Jerman di sirkuit Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, Jerman timur pada 11 Juli 2025. — Sumber: Ronny Hartmann / AFP

Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Marquez, pembalap andalan Ducati yang tengah memburu gelar juara dunia ketujuh di kelas premier. Dia sebelumnya menang sprint race, Sabtu, dan berpeluang memperbesar jarak dari Martin jika balapan utama berlangsung.

Martin, rival terdekatnya dari Aprilia, bahkan sudah dipastikan absen akibat patah tulang lengan bawah setelah mengalami kecelakaan dalam sprint race. Cedera itu semula membuka peluang bagi Marquez untuk semakin menjauh dalam perburuan gelar. Namun, pembatalan balapan membuat keunggulan Marquez tetap tak berubah.

Martin kini masih terpaut 10 poin dari Marquez. Situasi ini menjaga peluang pembalap Spanyol tersebut untuk kembali menekan pemuncak klasemen dalam empat seri terakhir musim ini, dimulai dari Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang akhir pekan ini.

Dengan selisih yang begitu tipis, satu hasil buruk saja dapat mengubah arah persaingan. Marquez memang berada di posisi terdepan, tetapi belum memiliki ruang aman untuk mengendurkan tekanan. Sebaliknya, Martin masih berpeluang membalikkan keadaan jika mampu kembali membalap dan meraih hasil maksimal.

Kabar mengenai kondisi Martin sedikit memberi harapan bagi Aprilia. Tim menyatakan cedera pembalapnya tidak separah perkiraan awal sehingga ia tidak perlu pulang ke Spanyol untuk menjalani operasi. Meski demikian, kepastian Martin tampil di Malaysia masih harus menunggu perkembangan pemulihannya.

“Cedera yang telah dikonfirmasi hanya berupa patah tulang pada ujung bawah tulang radius tanpa pergeseran,” demikian pernyataan Aprilia. Martin akan menjalani perawatan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Marco Bezzecchi, rekan setim Martin di Aprilia, menempati peringkat ketiga klasemen dengan selisih 50 poin dari Marquez. Jarak tersebut membuat persaingan utama masih bertumpu pada Marquez dan Martin, dengan empat seri tersisa sebagai penentu.

Pembatalan di Phillip Island sekaligus menutup perjalanan sirkuit tersebut sebagai tuan rumah MotoGP setelah hampir tiga dekade sejak 1997. Mulai 2027, Grand Prix Australia akan berpindah ke Adelaide dengan kontrak enam tahun dan digelar di sirkuit jalan raya pusat kota. Ini juga merugikan andalan Indonesia di Moto3, Veda Ega Pratama, sebab sebenarnya berada di pole position. Padahal ini untuk pertama kali bagi ega berada di pole position.

Namun, perhatian kini tertuju ke Malaysia. Marquez harus mempertahankan keunggulan tipisnya, sementara Martin berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.