Korea Utara Surati PBB Kecam Seoul atas Ledakan Ranjau di Perbatasan

Senin, 26 Okt 2026, 08:23 WIB

SEOUL - Korea Utara mengirim surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Seoul merekayasa ledakan ranjau darat yang melukai tiga tentara Korea Selatan, demikian dilaporkan media pemerintahnya KCNA, Senin (26/10).

Ketegangan antara kedua Korea meningkat tajam sejak Korea Selatan menyalahkan ledakan yang terjadi di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang dijaga ketat akibat ranjau darat yang ditanam Korea Utara, tuduhan yang dengan keras ditolak Pyongyang.

Ket. Foto: Sebuah jalan setapak membentang di sepanjang pagar kawat berduri zona demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Provinsi Gangwon, Korea Selatan. — Sumber: Chosun Daily

Perwakilan tetap Korea Utara untuk PBB mengirimkan surat pada hari Minggu kepada DK PBB mengenai "provokasi yang dilakukan Korea Selatan dengan tanpa dasar mengalihkan kesalahan atas 'insiden ledakan ranjau' yang meragukan".

Surat itu menyatakan bahwa insiden ranjau darat yang "direkayasa oleh Korea Selatan, adalah langkah penghalang yang jahat untuk mencapnya sebagai 'invasi militer', menunda dan menghambat penguatan perbatasan selatan Korea Utara." 

Insiden itu adalah "sandiwara untuk menghindari tanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea," tambah pernyataan itu.

Selanjutnya, pernyataan itu mengatakan bahwa upaya penguatan perbatasan yang sedang berlangsung adalah "pelaksanaan kedaulatan yang sah dan adil yang sesuai dengan Piagam PBB." Pyongyang juga mengecam Korea Selatan karena menembakkan tembakan peringatan ke arah tentara yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

“Ini adalah pelanggaran yang disengaja terhadap Pasal 2 (4) Piagam PBB yang menekankan perlunya menahan diri dari penggunaan kekerasan atau ancaman terhadap integritas teritorial negara mana pun dalam hubungan internasional,” kata Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga mengirimkan surat kepada presiden Dewan Keamanan PBB pekan lalu, sekali lagi menyalahkan ledakan itu pada ranjau darat Korea Utara dan menyebutnya sebagai "pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata".

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Korea Selatan mengusulkan pembicaraan militer dengan Korea Utara untuk "saling memastikan lokasi pasti" perbatasan mereka dan membahas pemulihan saluran komunikasi.

Usulan itu diumumkan setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara yang berpengaruh, mengumumkan bahwa Pyongyang telah memindahkan unit pasukan baru ke "posisi tembak" di sepanjang perbatasan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.