Kemenpar Pikat Turis Australia Lewat Kelezatan Kuliner Gastronomi Jogja dan Bali

Senin, 26 Okt 2026, 17:10 WIB

JAKARTA - Kementerian Pariwisata mempromosikan gastronomi Yogyakarta dan Bali dalam kegiatan perjalanan pengenalan bagi perwakilan agen-agen perjalanan dari Australia.

Familiarization trip bertema "Plate of Paradise: Savoring Wonderful Indonesia’s Gastronomy" dilaksanakan dari 30 September hingga 6 Oktober 2026 guna meningkatkan dampak program Wonderful Indonesia Gastronomy yang diadakan dari 26 September sampai 4 Oktober 2026 di Solo dan Yogyakarta.

Ket. Foto: Agen perjalanan asal Australia mengikuti kegiatan perjalanan pengenalan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata untuk mendukung pengembangan layanan wisata berbasis pengalaman kuliner, budaya, dan kebugaran. — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata

Menurut siaran pers kementerian di Jakarta, Senin, perwakilan empat agen perjalanan dari Australia yang mengikuti kegiatan perjalanan pengenalan tersebut diajak menjelajahi wilayah Yogyakarta dan Bali untuk merasakan pengalaman gastronomi, budaya, dan kebugaran.

Di Yogyakarta, para peserta diajak menikmati sajian gastronomi BOJA – The Magic Table di Bhumi Bhuvana, yang mengangkat kisah dan kekayaan rempah Nusantara.

Peserta kemudian diajak ke 7 Clover Coffee untuk mengenal karakter serta keunikan kopi Indonesia serta makan malam di Mediterranea Restaurant by Kamil.

Selanjutnya, mereka menyaksikan matahari terbit di kompleks Candi Borobudur, sarapan di Manohara Borobudur Cultural Center, dan menikmati sajian khas Keraton Yogyakarta di Bale Raos.

Para peserta diberi kesempatan untuk membangun jejaring dalam jamuan makan malam bersama perwakilan Werkudara Group dan Garuda Indonesia di Sekar Kedhaton. Makanan tradisional Jawa disajikan dalam jamuan tersebut.

Rangkaian perjalanan di Yogyakarta mencakup pengalaman relaksasi dan perawatan spa di Garrya Bianti serta kunjungan ke kawasan Malioboro.

Dalam perjalanan di Bali, para peserta berkesempatan menikmati pengalaman multi-sensori The Source 2.0 di Locavore NXT, mengenal bahan pangan lokal, serta mengikuti kelas memasak di Paon Bali untuk mempelajari bahan, teknik pengolahan, dan filosofi kuliner masyarakat Bali.

Selain itu, mereka bisa menikmati beragam hidangan khas Nusantara di Nusantara by Locavore, menjajal sesi pemulihan di Om Ham Retreat, arung jeram di Sungai Ayung, serta menikmati sajian santap siang vegan di Moksa Ubud.

Para peserta selanjutnya diajak menyaksikan pemandangan matahari terbenam dan makan malam di Potato Head Beach Club serta menikmati sajian Nusantara di Merah Putih.

Mereka juga berkesempatan melihat pengolahan anggur di Hatten Wines dan mengunjungi Kuta.

"Dengan memberikan pengalaman langsung kepada pelaku industri pasar Australia, diharapkan peserta dapat mengembangkan produk perjalanan dan konten yang menonjolkan keunikan gastronomi Indonesia," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini.

Ia mengemukakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, maskapai penerbangan, pengelola destinasi, dan pelaku industri pariwisata dalam upaya menghadirkan produk wisata yang semakin beragam, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

"Melalui sinergi kuat antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan para pelaku industri pariwisata, Kementerian Pariwisata terus berkomitmen mempromosikan destinasi unggulan secara efektif demi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional," katanya. Ant

  • Wisata Gastronomi

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.