- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jelang Pemilu Paruh Waktu,...
Jelang Pemilu Paruh Waktu, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Senin, 26 Okt 2026, 03:05 WIBWASHINGTON - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan. Meski inflasi masih berada di atas target dan pasar memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, para pembuat kebijakan dinilai cenderung menunggu perkembangan ekonomi lebih lanjut.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan menggelar pertemuan selama dua hari dan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada Rabu pukul 14.00 waktu setempat atau 18.00 GMT.
Pada pertemuan September lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sehingga kisaran targetnya menjadi 3,75-4,0 persen. Keputusan itu diambil di tengah tekanan inflasi yang kembali meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan berkelanjutan menuju target jangka panjang sebesar dua persen.
Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, sempat mencapai 7,2 persen pada 2022. Setelah serangkaian kenaikan suku bunga, inflasi melandai menjadi sekitar 2,2 persen pada akhir 2024. Namun, kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump, termasuk penerapan tarif perdagangan dan perang terhadap Iran, kembali meningkatkan tekanan harga.
Inflasi PCE bahkan mencapai 3,9 persen pada Mei, tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Tekanan bertambah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari memicu lonjakan harga energi global. Aksi balasan Teheran yang membatasi pasokan minyak dan gas melalui Teluk turut memperburuk kondisi pasar energi.
Kenaikan harga energi mulai merambat ke berbagai barang dan jasa, sehingga memperbesar tekanan terhadap daya beli masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November, ketika Partai Demokrat berupaya merebut kendali kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang dipimpin Trump.
Masih Diperlukan
Mantan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Loretta Mester, mengatakan waktu pertemuan yang berdekatan dengan pemilu tidak akan memengaruhi pertimbangan para pembuat kebijakan.
âThe Fed tidak memperhitungkan masalah politik apa pun dalam ruang FOMC. Keputusan benar-benar didasarkan pada kondisi ekonomi,â kata Mester kepada AFP.
Menurut dia, data ekonomi masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang relatif stabil, sementara inflasi bertahan di atas target. Kondisi tersebut, lanjutnya, mengindikasikan bahwa tekanan harga belum berada pada jalur penurunan yang meyakinkan.
Dari perspektif fundamental ekonomi, Mester menilai kenaikan suku bunga masih diperlukan. Namun, sebagian besar pembuat kebijakan diperkirakan memilih menahan diri pada pertemuan Oktober dan mengevaluasi kembali kondisi ekonomi sebelum mengambil keputusan berikutnya pada awal Desember.
Pandangan serupa disampaikan Wendy Edelberg, peneliti senior Brookings Institution. Dia menilai para pejabat bank sentral kemungkinan ingin menghindari keterlibatan dalam perdebatan politik menjelang pemilu.
Menurut Edelberg, menaikkan suku bunga pada Desember dibandingkan Oktober tidak akan menimbulkan perbedaan besar terhadap perekonomian.
- Kebijakan Moneter AS
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.