BPBD Bogor: 113 Rumah di Cibinong Sempat Terendam Banjir

Senin, 26 Okt 2026, 18:13 WIB

JAKARTA – Banjir merendam kawasan permukiman di Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tepatnya, setelah tanggul Kali Sugu Tamu jebol akibat hujan deras pada Minggu (25/10).

Ketinggian air di kawasan tersebut, dilaporkan mencapai sekitar 30-40 sentimeter dan berdampak pada 113 rumah yang dihuni 205 jiwa. BPBD Kabupaten Bogor mengatakan, jebolnya tanggul dipicu tingginya curah hujan yang meningkatkan debit serta derasnya arus sungai.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Yofri

“Akibat hujan dengan intensitas deras dan meningkatnya debit air, serta arus kencang Kali Sugu Tamu. Membuat tanggul jebol dan mengakibatkan banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, dalam keterangan persnya, di Bogor, Jawa Barat, dikutip Senin (26/10).

Adam menjelaskan, laporan banjir diterima petugas BPBD ketika hujan deras mengguyur wilayah Cibinong sekitar pukul 15.30 WIB. Hasil kaji cepat petugas, menunjukkan air sempat memasuki rumah warga dengan ketinggian berkisar 30 hingga 40 sentimeter.

“Terdampak banjir lintasan dengan ketinggian perkiraan ketinggian air sekitar 30 CM - 40 CM. (Jumlah) korban terdampak berdasarkan perkiraan hasil kaji cepat (sebanyak) 113 rumah atau Kepala Keluarga, atau 205 jiwa,” ucap Adam.

Selain merendam permukiman, ia mengatakan, banjir juga menyebabkan kerusakan pada struktur pembatas aliran Kali Sugu Tamu. Adam menyebut, bagian tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar sembilan meter.

“Tembok pembatas aliran Kali Sugu Tamu yang jebol sepanjang kurang lebih 9 meter,” ujar Adam. BPBD Kabupaten Bogor mengerahkan petugas untuk menangani genangan, termasuk menyedot air yang masuk ke dalam rumah warga.

Menjelang malam, ia menuturkan, air mulai surut sehingga warga berangsur membersihkan rumah masing-masing secara mandiri. “Untuk saat ini air yang menggenang sudah berangsur surut dan warga telah membersihkan rumahnya yang terendam,” kata Adam.

Genangan juga terjadi di Jalan Raya Alfalah Cikaret, Kecamatan Cibinong, yang menjadi jalur alternatif penghubung Bogor dan Depok. Ketinggian air di ruas jalan tersebut, dilaporkan mencapai sekitar 45 hingga 50 sentimeter, sehingga kendaraan sempat tidak dapat melintas.

Staf Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengatakan banjir di lokasi itu dipicu hujan berintensitas tinggi yang diperparah pendangkalan saluran drainase. “Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi serta pendangkalan pada saluran drainase di lokasi tersebut sehingga mengakibatkan banjir dan berdampak pada jalan raya,” kata Andi saat dihubungi secara terpisah.

Andi menjelaskan, Jalan Raya Alfalah Cikaret merupakan salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Bogor dengan Depok. Ia mengatakan genangan telah berangsur surut dan jalan tersebut kembali bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.

“Fasilitas umum terdampak Jalan Raya Alfalah Cikaret penghubung jalan alternatif menuju ke Depok. Untuk saat ini air yang menggenang sudah berangsur surut, dan jalan raya sudah dapat di lalui kembali dari ke dua arah,” ucap Andi. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.