Ada Potensi Ekonomi di Balik Wisata Sejarah Kediri, Pemkot Siapkan Langkah Ini
Minggu, 25 Okt 2026, 01:59 WIBKEDIRI - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong pengembangan sejarah, budaya dan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif melalui kegiatan Kediri Heritage Walking Street atau jelajah sejarah kota.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan warisan sejarah tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga berpotensi mendukung pariwisata dan perekonomian masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
"Heritage bukan sekadar bangunan lama, tetapi juga memiliki potensi menjadi daya tarik wisata, budaya dan penggerak ekonomi kreatif. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan potensi yang ada di Kota Kediri," katanya di Kediri, Sabtu.
Dalam kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan OJK Kediri tersebut, peserta menyusuri sejumlah lokasi bersejarah dan usaha kuliner lokal dengan dipandu Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri.
Perjalanan dimulai dari Jalan Stasiun menuju Makam Syekh Al Wasil Syamsuddin di Setono Gedong, kemudian dilanjutkan ke Susu Karunia yang telah berdiri sejak era 1980-an dan rumah produksi tahu Bahkacung.
Di rumah produksi tahu tersebut, peserta melihat langsung proses pembuatan tahu sekaligus mengenal produk kuliner khas Kota Kediri. Rombongan kemudian mengunjungi Kantor Kelurahan Pakelan yang merupakan bangunan bersejarah serta Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang menyuguhkan pertunjukan barongsai dan wayang potehi.
Wali Kota Vinanda berharap kegiatan jelajah sejarah dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada wisatawan.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan potensi sejarah, budaya dan kuliner Kota Kediri dapat dikembangkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta komunitas lokal.
Menurut dia, pengembangan wisata sejarah dapat mencakup pemanfaatan bangunan cagar budaya, kuliner khas seperti tahu Kediri, hingga wisata jalan kaki yang menawarkan pengalaman mengenal sejarah kota secara langsung.
"Harapannya, Kediri Heritage Walking Street ini bisa menjadi program TPAKD ke depan. Kita bisa mengembangkan berbagai inovasi dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM, komunitas fotografi, serta pegiat ekonomi kreatif lainnya," katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong wisatawan untuk berkunjung kembali ke Kota Kediri.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Arab Saudi Dukung Infantino di Tengah Krisis Rencana Investasi FIFA
-
Sikat Thailand 61-52, Timnas Basket Putri Indonesia Balas Dendam Manis di Asian Games 2026
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed, Sekda Banyumas Diduga Mengetahui
-
Uji Coba Gratis! Bus Listrik Canggih BRT Mebidang Resmi Mengaspal, Ini Rute Lengkapnya!
-
PMI Kabupaten Sumedang Hadirkan Layanan Pengolahan Air Bersih bagi Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.