World Cleanup Day: Pemkab Kudus Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Saluran Air
Sabtu, 24 Okt 2026, 19:22 WIBKUDUS â Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar dalam rangka memperingati âWorld Cleanup Dayâ (WCD) 2026, Sabtu (24/10).
"Aksi bersih-bersih ini menjadi upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, mulai dari tingkat rumah tangga," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di sela-sela memimpin bersih-bersih lingkungan di Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus, Sabtu (24/10).
Ia mengatakan gerakan bersih-bersih lingkungan tidak seharusnya hanya dilakukan saat peringatan "World Cleanup Day", tetapi perlu menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.
"Ini harus dilakukan bersama-sama. Kalau bisa jangan sehari saja, tetapi setiap hari di lingkungan masing-masing. Peran RT dan RW sangat penting," ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan "World Cleanup Day" merupakan gerakan yang diinisiasi secara nasional dan internasional, dengan pelaksanaan di daerah menindaklanjuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup.
Menurut dia, seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga upaya mengatasi persoalan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Salah satu lokasi pelaksanaan aksi bersih-bersih di Kabupaten Kudus berada di Desa Janggalan, Kecamatan Kota. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 50 personel, termasuk pegiat lingkungan, unsur TNI-Polri, serta jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Didik Tri Prasetiyo bersama jajarannya turut mendukung kegiatan tersebut dengan menyiapkan personel dan peralatan kebersihan untuk membantu pelaksanaan kerja bakti.
Kepala Desa Janggalan Noor Azis menyambut baik kegiatan tersebut, karena aksi bersih-bersih dan program pendampingan lingkungan membuat warga semakin bersemangat menjaga kebersihan kampung.
Ia mengakui, persoalan sampah masih menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama ketika tempat pembuangan sampah (TPS) penuh dan warga kesulitan membuang sampah pada tempat yang semestinya.
Ke depan, pemerintah desa berencana menyusun peraturan desa (Perdes) untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah serta mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, penggerak World Cleanup Day di Kudus yang juga Ketua RT 5 RW 1 Kelurahan Janggalan Purnawirawan mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu kunci untuk membangun kebiasaan memilah sampah.
Melalui sosialisasi dan pendampingan kepada warga, termasuk melalui kelompok PKK, masyarakat mulai diperkenalkan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik serta penyediaan tempat sampah sesuai jenisnya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan perubahan. Sejumlah warga di Janggalan mulai terbiasa memilah sampah, sedangkan kegiatan bank sampah juga berjalan untuk mendorong pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Meski demikian, edukasi dan partisipasi warga perlu diimbangi dengan penegakan aturan yang konsisten. Pengawasan bersama di tingkat lingkungan dinilai penting agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat ditekan.
- Pemkab Kudus
- World Cleanup Day
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kuasa Hukum Keluarga Dokter Icha Tanggapi Keterangan Ahli Reza Indragiri.
-
Filipina Pimpin Komitmen Dorong Energi Asean
-
Prabowo Lantik Pratikno, Hatta Rajasa, dan Qodari Jadi Pimpinan Wantimpres, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
-
Ekosistem Literasi Literaia Memperkuat Budaya Membaca
-
Tingkatkan Kualitas Pengajar Bahasa Mandarin Se-Jabodetabek, Tim Pengabdian Masyarakat Gelar Pelatihan Teknologi AI dan Soft Launching Website Latihan HSK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.