Ekosistem Literasi Literaia Memperkuat Budaya Membaca

Senin, 12 Okt 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Untuk memperkuat tradisi atau budaya membaca, maka digelar Festival Literaia yang difasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Festival diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta dan berlangsung 11-14 Oktober.

Literaia menjadi festival literasi nasional yang diselenggarakan untuk memperingati Bulan Membaca dan Hari Literasi Nasional. Juga untuk mendorong penguatan budaya membaca dan ekosistem literasi Indonesia melalui berbagai program. Ada bincang literasi, lokakarya, dan pameran.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan sambutan dalam pembukaan Festival Literaia 2026, di Jakarta, Minggu (11/10). — Sumber: ANTARA/Bayu Saputra

“Festival Literaia 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi penulis, penerbit, komunitas literasi, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem literasi nasional,” jelas Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Minggu. Menurutnya, setiap tulisan tidak boleh hanya berhenti sampai ke karya tulis. Dia harus dikembangkan. Sekarang bisa dibuat sebuah film, komik digital, ataupun karya kreatif lainnya. Itu sangat memungkinkan sekarang. “Nah di sinilah dalam kegiatan atau wadah ini kita coba,” kata Teuku Riefky.

Melalui festival tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mempertemukan berbagai pelaku industri dalam ekosistem penerbitan dan literasi agar bisa menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan karya literatur. Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menambahkan, Festival Literaia 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong subsektor penerbitan dan literature. Harapannya, agar tak hanya menjadi ruang penciptaan karya. Dia bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif lewat hilirisasi kekayaan intelektual.

Festival Literaia tahun ini tidak hanya menghadirkan pameran buku, tetapi juga ruang temu bisnis, pameran kekayaan intelektual lokal, diskusi panel, serta pembekalan teknik pitching. Ada juga pemahaman kontrak bagi penulis maupun pelaku alih wahana. Festival Literaia 2026 berkolaborasi dengan komunitas Negeri Elok untuk memperkaya program dengan mengangkat narasi dan kekayaan budaya Nusantara.

Melalui kolaborasi dengan Negeri Elok, festival ini turut memfasilitasi pengumpulan dan donasi karya tulis terbaik bangsa untuk menambah koleksi perpustakaan di Museum Nasional. “Melalui kolaborasi ini, kemasan festival menjadi lebih inklusif, relevan, dan memiliki daya tarik lintas generasi,” ujar Cecep.

Dia menambahkan festival tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku ekosistem swasta. Penyelenggara juga melakukan penyesuaian durasi dan program agar kegiatan berlangsung lebih padat. Dia berharap Festival Literaia pada tahun mendatang bisa menghadirkan program yang lebih beragam untuk menjawab kebutuhan subsektor penerbitan. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.