Prana Satwa Brawijaya Sebagai Wadah Edukasi Pelestarian Satwa

Sabtu, 24 Okt 2026, 23:20 WIB

Malang - Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang, Jawa Timur, mengoptimalkan penyelenggaraan Prana Satwa Brawijaya 2026 di Gedung Samantha Krida UB sebagai wadah edukasi pelestarian satwa kepada masyarakat.

Rektor UB Prof Widodo dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Sabtu, mengatakan, Indonesia memiliki ragam jenis fauna yang harus dipastikan terjaga keberadaannya dari ancaman kepunahan.

Ket. Foto: Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo mengamati seekor iguana saat penyelenggaraan Prana Satwa Brawijaya 2026 yang diselenggarakan di Gedung Samantha Krida, kampus tersebut di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). — Sumber: Antara

"Jika tidak ada kegiatan seperti ini, masyarakat mungkin tidak menyadari betapa kayanya keberagaman hayati, ketika dieksplorasi dan dikelola dengan baik akan menghadirkan manfaatnya yang baik kepada masyarakat," kata Widodo.

Ia mengemukakan bahwa upaya pelestarian satwa bisa menimbulkan dampak ganda, yakni untuk kebutuhan konservasi kekayaan alam dan menggerakkan roda ekonomi.

Widodo mengatakan, melalui pemeliharaan dan kecintaan pada satwa hias, peluang wirausaha baru dapat terbuka lebar bagi generasi muda untuk membangun start-up di bidang usaha berbasis peternakan.

Dalam acara itu terdapat 150 jenis satwa dihadirkan, mulai dari ayam hias, ayam serama, merpati hias, kucing, hingga satwa eksotis.

Sementara itu, ​Ketua Panitia Prana Satwa Brawijaya 2026 Dr. Asri Nurul Huda, S.Pt., M.P., M.Sc menyatakan Prana Satwa Brawijaya 2026 turut menggandeng enam asosiasi satwa nasional, yakni Asosiasi Pecinta Ayam Hias, Indonesia Fancy Pigeon Community, dan Serama Malang Lovers (SEMALOV).

Selanjutnya, Indonesian Cat Association (ICA), Himpunan Ayam Pelung Indonesia (HIPAPPI), dan komunitas Malang Glow Exotic (MAGE).

​"Hari pertama pelaksanaan berfokus pada kontes kucing yang diikuti sekitar 85 pendaftar dan hari kedua difokuskan pada ayam dan merpati hias dengan estimasi peserta mencapai 500 pendaftar, khusus kategori merpati hias, terdapat 44 kategori perlombaan," kata dia.

Terdapat pula pameran satwa eksotis di dalam acara itu, seperti kura-kura, musang, burung hantu, hingga berbagai jenis reptil.

​Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB Prof M Halim Natsir menyampaikan, melalui acara yang digelar ini telah membentuk sinergisitas empat pilar, yakni akademisi, industri, asosiasi peternak, dan media.

"Salah satu wujud konkretnya berupa hibah fasilitas teaching farm berteknologi closed house serta riset kolaborasi pengembangan pakan aditif untuk menghasilkan telur kaya Omega-3 di FAST UB," tuturnya

  • Pelestarian Satwa Langka

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.