Pemkab Malinau Perkuat Pertanian sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 23 Okt 2026, 06:18 WIB

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Kaltara, memperkuat sektor pertanian untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi alternatif selain pertambangan.

"Pengembangan pertanian merupakan salah satu program prioritas Pemkab Malinau melalui program Pertanian Sehat (PESAT)," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Malinau Agustinus di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (22/10).

Ket. Foto: Modernisasi pertanian Advanced Agricultural System (PMAAS), yang dilaksanakan di Desa Malinau Kota, Rabu (21/10). — Sumber: antara foto

Program tersebut, kata dia, diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini masih didominasi sektor pertambangan, khususnya batu bara.

Menurut Agustinus, pemerintah daerah perlu menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi alternatif agar perekonomian Malinau tidak terlalu bergantung pada sektor pertambangan.

"Kita ingin sektor pertanian ini benar-benar memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau. Karena itu, produksi pertanian harus terus ditingkatkan," katanya.

Sebab, kata dia, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Selama ini, Malinau masih mendatangkan sejumlah kebutuhan pangan dari luar daerah, termasuk beras dan telur. Meski demikian, produksi telur lokal mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Untuk mendukung sektor pertanian menjadi sumber pertumbuhan ekonomi alternatif, Pemkab Malinau, menyediakan dukungan alat berat, seperti ekskavator, traktor, dan grader, yang dapat dimanfaatkan untuk membuka lahan serta membangun akses jalan usaha tani.

Namun, kata dia, pemerintah daerah juga mengingatkan agar lahan yang telah dibuka tetap dipertahankan sebagai kawasan pertanian dan tidak beralih fungsi menjadi kawasan permukiman setelah menggunakan peralatan disediakan pemerintah daerah.

"Potensi lahan, sumber daya alam, dan semangat masyarakat harus dikelola dengan baik melalui perencanaan, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan teknologi pertanian," ujarnya.

Upaya lainnya untuk memperkuat sektor pertanian oleh Pemkab Malinau, kata dia, yaitu melaksanakan tanam padi perdana menggunakan metode modernisasi pertanian Advanced Agricultural System (PMAAS), yang dilaksanakan di Desa Malinau Kota, Rabu (21/10).

Diharapkan, lanjut Agustinus, dengan modernisasi pertanian menjadi langkah awal untuk memperkenalkan inovasi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan nilai tambah bagi petani.

"Kita mendorong agar kawasan pertanian yang telah dikembangkan dapat ditetapkan sebagai sentra pangan. Perbaikan akses jalan usaha tani menjadi salah satu perhatian agar petani lebih mudah mengangkut dan memasarkan hasil panennya," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.