Dorong Produksi Pertanian, Pemkab Bangkalan Benahi Irigasi dengan Pompa P2AT.

Senin, 05 Okt 2026, 21:55 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur terus mendorong peningkatan hasil produksi pertanian warga di wilayah itu dengan memperbaiki irigasi lahan pertanian melalui penggunaan pompa Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT).

Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan mengatakan, langkah itu dilakukan, karena berdasarkan kajian dan survei yang dilakukan Pemkab Bangkalan, yang menjadi kendala dalam meningkatkan hasil produk pertanian adalah ketersediaan air.

Ket. Foto: Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau sistem irigasi pertanian di Desa Tragah, Bangkalan seuai meluncurkan pengoperasian pompa Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT). di Tragah, Bangkalan, Senin (5/10). — Sumber: Antara Foto

"Karena itu, hari ini kita resmi mengoperasikan penggunaan pompa P2AT, sehingga melalui pengoperasian ini, petani tidak kesulitan untuk mengairi lahan pertanian mereka," katanya di sela-sela acara pengoperasian pompa P2AR di Tragah, Bangkalan, Senin.

Pompa dengan kapasitas aliran mencapai 378 liter per detik ini diperkirakan mampu memperkuat ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tragah.

Menurut bupati, dengan dioperasikannya pompa P2AT itu masyarakat nantinya tidak lagi mengandalkan curah hujan.

"Selama ini kalau petani hendak menanam padi, kan menunggu hujan. Dengan keberadaan pompa P2AT ini, petani bisa menanam kapan saja," katanya.

Lukman Hakim lebih lanjut menjelaskan, pengoperasian pompa P2AT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan dukungan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian.

"Sebenarnya, beberapa tahun lalu, di sini juga pernah dioperasikan pompa. Tapi dalam perkembangannya tidak optimal, sehingga hari ini kami operasikan lagi, agar bisa dimanfaatkan oleh petani," katanya.

Pompa tersebut sebelumnya mengalami kendala biaya operasional yang cukup besar sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Melihat kondisi wilayah yang sebagian merupakan lahan tadah hujan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Dinas PUPR dan kelompok tani kemudian mendorong perbaikan hingga pompa dapat kembali dioperasikan.

Bupati menegaskan, keberadaan pompa dan jaringan irigasi tersebut harus dijaga serta dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur yang telah dihidupkan kembali tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengairan, tetapi juga menjadi penopang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

"Ini harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai setelah diperbaiki kemudian tidak dirawat," katanya.

Untuk pengelolaan selanjutnya, pompa P2AT akan berada dalam dukungan dan pengelolaan Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan. Sementara itu, Dinas Pertanian akan mendukung dari sisi pengembangan pertanian, mulai dari penyediaan dan penanaman benih hingga pendampingan kepada para petani.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan ketersediaan air berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas pertanian. Dengan demikian, pengoperasian kembali pompa P2AT Tragah bukan hanya menghidupkan kembali infrastruktur yang sempat terhenti, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap pemanfaatan jaringan irigasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian berbasis pertanian di Kabupaten Bangkalan.

  • pompa P2AT Bangkalan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.