WJNC Masuk 10 Besar Event Nasional Terbaik, Meriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta
Kamis, 08 Okt 2026, 14:15 WIBYOGYAKARTA â Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk menyaksikan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ke-10, Rabu (7/10/2026) malam. Karnaval yang menjadi puncak peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta itu menghadirkan beragam pertunjukan seni dan kreativitas dari peserta berbagai daerah.
WJNC 2026 melibatkan peserta dari 14 Kemantren di Kota Yogyakarta. Peserta dari sejumlah daerah juga turut ambil bagian, antara lain DKI Jakarta, Mojokerto, Brebes, Magelang, Sleman, Bantul, dan Ponorogo.
Penyelenggaraan tahun ini semakin mendapat perhatian karena WJNC kembali masuk dalam 10 Top Kharisma Event Nusantara (KEN). Pencapaian tersebut dinilai menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mempertahankan kualitas sekaligus terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan event budaya.
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X mengatakan, masuknya WJNC dalam 10 Top KEN menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, WJNC tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan tradisi dan kisah-kisah luhur kepada masyarakat.
Paku Alam X mengatakan, tema yang diangkat dalam WJNC tahun ini adalah âGana Kalajayaâ dengan pesan âNgelih iki kelakone kanthi lakuâ, yang dimaknai bahwa ilmu akan hidup apabila dijalankan.
âPara pelajar datang dari penjuru negeri untuk menimba ilmu di kota ini. Harapannya, ilmu menjadi kecakapan dan pengabdian sejalan dengan Hamemayu Hayuning Bawana, memakmurkan dan menjaga keharuman,â ujarnya.
Ia berharap WJNC dapat terus menjadi ruang untuk mengenalkan tradisi dan membuat kisah-kisah luhur semakin dikenal serta dihayati masyarakat DIY.
âDengan panggung WJNC ini menjadi ruang kreasi dan keakraban,â imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan WJNC 2026 menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Tema âGana Kalajayaâ yang digunakan tahun ini merupakan saduran karya Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2021.
Menurut Hasto, Gana Kalajaya mengandung pesan ora mingkuh, yaitu sikap untuk tidak menghindar dan tidak menyerah ketika menghadapi tantangan. Gana dimaknai sebagai kekuatan masyarakat, Kala sebagai tantangan zaman, sedangkan Jaya menggambarkan kejayaan bersama.
âNilai tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-270 Kota Yogyakarta, âOtentik Konkretâ. Otentik berarti tetap menjaga jati diri, budaya dan nilai-nilai yang menjadi ciri Yogyakarta. Konkret berarti semua itu terus diwujudkan dalam karya, kreativitas, kolaborasi dan manfaat nyata bagi masyarakat,â jelasnya.
Hasto menjelaskan, WJNC menjadi salah satu gambaran perkembangan budaya Yogyakarta. Wayang tetap menjadi dasar pertunjukan, tetapi dikembangkan dengan koreografi, musik, kostum, tata cahaya, karya visual, serta kreativitas dari 14 Kemantren.
âDengan cara inilah tradisi tetap terjaga sekaligus terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman,â katanya.
Selain mengangkat budaya dan kreativitas, WJNC 2026 menerapkan konsep Green Event. Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan eco costume, edukasi mengenai lingkungan, serta perhatian terhadap kebersihan ruang publik selama penyelenggaraan.
âDengan konsep ini kita ingin kemeriahan WJNC berjalan bersama dengan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan,â ujarnya.
Penyelenggaraan WJNC ke-10 juga menandai perjalanan satu dekade event tersebut sejak pertama kali digelar pada 2016. Setelah tidak diselenggarakan pada tahun sebelumnya, WJNC kembali digelar dengan perubahan konsep sekaligus rute karnaval.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, WJNC berlangsung di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Tugu hingga Jalan Mangkubumi. Tahun ini, peserta memulai perjalanan dari Teteg Sepur Stasiun Tugu, kemudian melintasi Malioboro dan berakhir di Titik Nol Kilometer.
âDengan rute yang lebih panjang, kita ingin WJNC semakin dekat dengan masyarakat dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Malioboro malam ini menjadi panggung besar masyarakat Yogyakarta, tempat budaya, kreativitas, pariwisata dan kegiatan ekonomi bertemu,â jelas Hasto.
Menurut Hasto, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama WJNC. Ke-14 Kemantren menampilkan karya masing-masing melalui tari, musik, kostum, properti, dan berbagai kreasi yang terinspirasi dari cerita pewayangan.
Sejumlah penampilan juga dilengkapi atribut dan maskot yang merepresentasikan identitas Kota Yogyakarta, termasuk Mas JOS yang menjadi salah satu ikon kota.
Hasto berharap keramaian warga dan wisatawan di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer turut memberikan dampak terhadap aktivitas UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, perhotelan, dan sektor ekonomi kreatif.
âKita ingin setelah kemeriahan selesai, ruang kota ini tetap bersih dan nyaman untuk dinikmati bersama,â tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada peserta dari 14 Kemantren, seniman, budayawan, komunitas, perangkat daerah, aparat keamanan, mitra, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan WJNC 2026.
âSemoga WJNC terus menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya, melahirkan kreativitas baru, serta memperkuat Yogyakarta sebagai kota budaya dan destinasi pariwisata,â ungkapnya.
Antusiasme penonton juga terlihat dari kesan wisatawan yang hadir. Sari, salah satu wisatawan, mengaku senang dapat kembali menyaksikan WJNC secara langsung. Ia menilai pertunjukan tahun ini berlangsung meriah.
âMelihat WJNC lagi setelah tahun 2024 sangat seru. Saya bersama teman-teman berharap Kota Yogyakarta semakin jaya dan selalu istimewa,â katanya.
- Pariwisata
- HUT Kota Yogyakarta
- kharisma event nusantara
- KEN
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
48 Orang Tewas Usai Tenggak Miras Terkontaminasi Metanol di Nigeria
-
Tiga Tentara Korsel Jadi Korban Ledakan di Zona Rawan Ranjau Korea Utara
-
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi bagi Wisatawan
-
58 Rig PDSI Siap Jadi "National Drilling Champion", Kunci Ketahanan Energi RI
-
Kopaska dan Dislambair Selami Badan KM Virgo 8, Temuan Bukti Siap Diserahkan ke KNKT!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.