Pameran WARI’ Art/Interior 2026 Hadirkan Kolaborasi Seniman dan Desainer Interior
Kamis, 22 Okt 2026, 22:50 WIBJAKARTA â Pameran WARIâ Art/Interior 2026 menghadirkan pendekatan berbeda dalam menikmati seni rupa dengan menempatkan karya seniman Indonesia di tengah rancangan interior yang dirancang secara menyeluruh. Pameran kolaboratif ini berlangsung pada 20â24 Oktober 2026 di showroom Javier, lantai 3, Jakarta Design Center (JDC), Jakarta.
Menurut Direktur Utama Jakarta Design Center Ir. Nurul Syahri, selama ini JDC berperan sebagai medium bagi para pelaku seni untuk mengeksplorasi sisi artistik, gagasan, dan perspektif desain dalam pengalaman yang berbeda.
âBagi mereka kami merupakan hub. Oleh karenanya kami terus menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kreatif melalui ruang, koneksi, dan kesempatan untuk bekerja sama,â ujarnya dalam konferensi pers WARIâ Art/Interior 2026 di Jakarta pada hari Kamis (22/10/2026).
Filosofi Penataan Ruang Tradisi Bugis
Menurut penggagas pameran WARI, Martin Lim, ajang ini mempertemukan seni rupa kontemporer, desain interior, keterampilan pengerjaan material (craftsmanship), serta filosofi penataan ruang dalam tradisi Bugis.
Dengan melibatkan Javier sebagai ruang pamer serta BK Studio dan Galeri ZEN1 yang mengusung pendekatan WARI, pengunjung diajak melihat bagaimana lukisan, patung, furnitur, pencahayaan, dan material dapat membentuk pengalaman visual yang saling berkaitan.
Nama WARIâ diusulkan oleh Budi Kurniawan dari BK Studio, terinspirasi konsep wariâ dalam tatanan adat Bugis yang berkaitan dengan pengaturan, klasifikasi, kedudukan, dan penempatan. Gagasan ini menjadi landasan kuratorial untuk mengeksplorasi hubungan antara karya seni dan ruang yang menaunginya.
âBagi saya, seni dan interior memiliki bahasa kreatif yang saling melengkapi. Setelah bertahun-tahun mengeksplorasi material dan mengembangkan karya melalui tangan saya sendiri, saya melihat bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada objeknya, tetapi juga pada bagaimana karya tersebut berinteraksi dengan ruang dan manusia,â terang Martin Lim.
Dalam pameran ini, interior yang dikembangkan Javier menjadi bagian dari pengalaman menikmati karya seni. Elemen seperti kabinet, bidang arsitektural, eksplorasi material, dan teknik penyelesaian permukaan (finishing) membentuk karakter ruang.
Sementara itu, BK Studio menangani kurasi spasial, termasuk penempatan karya, komposisi display, alur pengunjung, dan penataan dekoratif. Galeri ZEN1 bertanggung jawab atas kurasi seni dan menghadirkan karya para seniman.
Pendekatan ini menawarkan alternatif dari pola pameran yang umumnya mengandalkan dinding putih dan penataan netral. Pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah patung menghadirkan kesan berbeda ketika ditempatkan di area transisi atau ruang duduk. Demikian pula lukisan, yang tampilannya dapat dipengaruhi warna dinding, tekstur material, pencahayaan, dan sudut pandang.
Menurut Martin, penempatan karya dalam konteks interior juga dapat membantu kolektor membayangkan bagaimana sebuah karya akan hadir di rumah mereka. Bagi desainer interior, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mempertimbangkan seni sejak tahap awal perancangan, bukan sekadar menjadikannya elemen dekoratif setelah ruang selesai dibangun.
Ragam Medium dan Karakter Artistik Seniman
WARIâ juga bertujuan memperluas kesempatan bagi seniman Indonesia untuk menjangkau publik di luar lingkungan galeri. Pameran ini menghadirkan lima seniman dengan pendekatan artistik berbeda, berdampingan dengan koleksi khusus karya Hendra Gunawan, Made Wianta, dan Ugo Untoro.
Andry Boy Kurniawan menampilkan patung resin tiga dimensi dengan karakter imajinatif, termasuk karya yang terinspirasi figur shio Tionghoa dan tanda zodiak. Ia dikenal melalui seri The Peace Keepers. Sementara itu, Apin menghadirkan karya yang memadukan humor, komentar sosial, dan pembacaan ulang objek keseharian melalui permainan visual.

Pengunjung sedang mengamati karya Arief Witjaksana. (Koran Jakarta/Haryo Brono)
Arief Witjaksana mempertemukan seni rupa, desain karakter, dan art toys melalui semesta kreatif Malaccan Tales. Ia juga dijadwalkan berbagi pengalaman dalam sesi diskusi mengenai seni, karakter, mainan, dan gim. Adapun Indra Evendi bersama Alex Bayusaputro menampilkan eksplorasi patung dan objek melalui seri Batloon.
Seniman lainnya, Yudi Sulistyo, mengolah kertas, kardus, dan material lain menjadi objek mekanis terperinci, seperti kendaraan dan struktur menyerupai mesin. Keragaman medium tersebut memperlihatkan berbagai cara seniman mengolah gagasan sekaligus membuka ruang bagi pengunjung untuk mengenal seni melalui ketertarikan masing-masing.
Tata Cahaya, Lanskap, dan Apresiasi Ruang
Budi Kurniawan, pendiri sekaligus principal BK Studio, mengatakan penempatan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun hubungan antara karya dan lingkungan sekitarnya.
âWARIâ berbicara tentang kepantasan dalam penempatan. Setiap karya, material, dan elemen ruang perlu menemukan tempat serta perannya agar dapat saling berdialog. Kami memperhatikan dinding, cahaya, proporsi, dan alur ruang untuk membangun pengalaman yang utuh,â ungkap Budi.
Pengalaman ruang dalam pameran ini juga didukung oleh Jimmy Marianto dari JRP Lighting yang merancang pencahayaan, serta Sing Mahadi dari Grow Little Garden yang menangani lanskap. Keduanya turut membentuk suasana pameran melalui pengolahan cahaya, tekstur, dan elemen lingkungan.
Pendiri Galeri ZEN1 Nicolaus F. Kuswanto mengatakan, pendekatan WARIâ melengkapi pengalaman menikmati seni di galeri dengan memberikan gambaran mengenai hubungan karya dengan ruang kehidupan sehari-hari.
âRuang galeri memungkinkan karya dilihat secara mendalam, sementara WARIâ menawarkan pengalaman yang berbeda dan saling melengkapi: pengunjung dapat membayangkan bagaimana seni hidup bersama mereka dalam ruang sehari-hari. Pertemuan ini diharapkan memperluas apresiasi terhadap karya dan para senimannya,â kata Nicolaus.
Selain pameran, WARIâ menghadirkan program percakapan bersama seniman. Arief Witjaksana dijadwalkan membawakan diskusi interaktif mengenai Malaccan Tales, sedangkan Indra Evendi akan hadir dalam sesi percakapan tersendiri. Informasi mengenai program dan jadwal acara tersedia melalui akun Instagram @Javier.Curated.

Para penyelenggara dan seniman berfoto bersama dalam konferensi pers WARIâ Art/Interior 2026 di Jakarta Design Center (JDC), Jakarta, pada hari Kamis (22/10/2026). (Koran Jakarta/Haryo Brono)
Pameran ini terbuka untuk publik pada 20â24 Oktober 2026, pukul 09.00â15.00 WIB, sesuai ketentuan akses pengunjung yang ditetapkan penyelenggara. Adapun private preview pada 20 Oktober diselenggarakan khusus untuk undangan.
Melalui penyelenggaraan perdananya, WARIâ diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi seniman, kolektor, desainer, dan masyarakat yang ingin mengenal seni Indonesia lebih dekat. Penyelenggara juga membuka kemungkinan menjadikan WARIâ sebagai kegiatan tahunan dengan menghadirkan seniman, kolaborator, dan konsep penataan yang berbeda pada setiap edisi.
- desain interior
- seniman Indonesia
- Seni Kontemporer
- Pameran Seni
- Seni Rupa
- WARI’ Art/Interior 2026
- Jakarta Design Center
- JDC
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Diet Cuma Andalkan Makanan Rebus? Dokter Bongkar Kesalahan yang Sering Dilakukan
-
Indonesia Butuh Banyak SDM Unggul di Bidang Kemaritiman
-
Gubernur Pramono Lepas 120 Atlet DKI Jakarta ke PESONAS 2026
-
WNI Ditahan Polisi Kamboja, Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online
-
JICAF 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Seni Kontemporer Selama Tiga Pekan
-
Dihub Sumut Siapkan 33 Bus Perintis Gratis bagi Pelajar di 5 Kabupaten
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Jalan Akses Karawang Mulai Direkonstruksi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.