Langkah Antisipasi Bencana di Aceh Diperkuat, Seluruh Tagana Diminta Siaga

Kamis, 22 Okt 2026, 00:25 WIB

NAGAN RAYA - Pembina Tagana Provinsi Aceh Yanyan Rahmat menyatakan dalam upaya mitigasi menghadapi potensi bencana alam ke depan, pihaknya saat ini telah menyiagakan seluruh potensi Tagana di berbagai daerah, khususnya di wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.

“Untuk saat ini kita sedang menyiagakan seluruh potensi Tagana yang ada di daerah, terutama di daerah-daerah yang kemarin pasca-hidrometeorologi,” katanya di Nagan Raya, Rabu, sesuai menutup pelatihan Tagana di wilayah ini.

Ket. Foto: Pembina Tagana Provinsi Aceh Yanyan Rahmat saat memberikan keterangan di Nagan Raya, Aceh, Rabu (21/10). — Sumber: Antara foto

Pihaknya saat ini juga sudah melakukan operasi siaga dengan pimpinan di provinsi, mengundang seluruh potensi relawan kebencanaan di Provinsi Aceh.

Saat ini total jumlah anggota Tagana di Aceh telah mendekati angka 800 personel, dan personel tersebut telah siaga di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Hal ini, kata dia, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dalam membentuk relawan siaga bencana yang siap diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ke depan, kata dia, para relawan Tagana khususnya di Kabupaten Nagan Raya saat ini telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan intensif selama tiga hari penuh di lapangan.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman komprehensif mengenai manajemen penanggulangan bencana, mulai dari fase pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pasca-bencana.

Selain teori, para peserta juga dilatih melalui simulasi khusus. Simulasi ini meliputi teknik pertolongan pertama (terutama penanganan kedaruratan), manajemen selter atau tempat pengungsian, hingga pengelolaan dapur umum.

Dengan pelatihan tersebut, para relawan diharapkan mampu memberikan layanan dukungan psikososial dan pertolongan yang optimal bagi korban bencana di lapangan.

Terkait proses pemulihan atau recovery pasca-bencana, kata dia, pemerintah telah menyiapkan lima skema bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial, meliputi bantuan jaminan hidup, bantuan ekonomi produksi masyarakat produktif, bantuan hunian sementara, bantuan santunan ahli waris serta korban luka, serta tahap rehabilitasi dan rekonstruksi akhir.

“Seluruh rangkaian bantuan tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir pada masa pemulihan,” kata Yanyan Rahmat.

  • Tagana
  • antisipasi bencana
  • Bersiaga

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.