Longsor Tutup Kelok 9 dan Jalan Solok Selatan, PU Gercep Buka Kembali Akses

Sabtu, 07 Nov 2026, 19:58 WIB

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat pada Jumat (6/11/2026) memicu longsor di dua titik vital yakni kawasan ikonik Kelok 9 dan Nagari Tanjung Lolo, Kabupaten Solok Selatan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gerak cepat (gercep) dengan mengerahkan tim tanggap darurat dan alat berat untuk membuka kembali akses yang sempat lumpuh.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, saat bencana terjadi, yang paling utama adalah memastikan akses masyarakat tidak terputus.

Ket. Foto: Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat pada Jumat (6/11/2026) memicu longsor di dua titik vital: kawasan ikonik Kelok 9 dan Nagari Tanjung Lolo, Kabupaten Solok Selatan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung mengerahkan tim tanggap darurat dan alat berat untuk membuka kembali akses yang sempat lumpuh — Sumber: istimewa

"Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani," kata Menteri Dody di Jakarta, Sabtu (7/11).

Kelok 9: Longsor Dua Kali dalam Semalam

Longsor di Kelok 9, ruas Batas Kota Payakumbuh - Batas Provinsi Riau, terjadi dua kali.

Pertama di Km 146+000 sekitar pukul 01.00 WIB, lalu susulan di Km 147+000 pukul 07.00 WIB, Sabtu (7/11/2026). Material longsor menutup hampir separuh badan jalan dan membuat antrean kendaraan mengular.

BPJN Sumatera Barat langsung menurunkan 1 unit wheel loader dan 1 unit backhoe loader. Tim di lapangan juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas selama pembersihan.

Saat ini, jalan sudah bisa dilalui kendaraan dari dua arah. Namun petugas masih siaga di lokasi karena material longsor masih terus turun dari tebing.

Solok Selatan: Jalan Tertutup 10 Meter, Dibuka dalam Semalam

Sementara itu di Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, longsor terjadi di ruas Lubuk Selasih - Surian STA 48+400, kawasan Air Dingin, setelah hujan deras sejak pukul 18.00 WIB.

Material longsor menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter, sehingga arus dari arah Lubuk Selasih menuju Surian maupun sebaliknya terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup satu lajur.

Tim Tanggap Darurat BPJN Sumbar langsung bergerak dengan 1 unit excavator, 1 unit dump truck, dan 1 unit backhoe loader.

Hasilnya, pada Sabtu (7/11/2026) pukul 05.00 WIB, material longsor berhasil dibersihkan total dan lalu lintas kembali normal.

Kementerian PU memastikan alat berat tetap disiagakan di kedua lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan. Penanganan cepat ini merupakan komitmen PU untuk menjaga konektivitas jalan nasional, terutama di kawasan rawan bencana.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.