Isu Kelangkaan BBM Menghantui Warga, Wali Kota Bekasi Cek Langsung Pasokan SPBU

Kamis, 22 Okt 2026, 02:05 WIB

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat memantau langsung ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna menepis isu kelangkaan serta merespons kekhawatiran masyarakat. 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengaku mengecek langsung dua SPBU, masing-masing berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Bekasi Barat serta Jalan Chairil Anwar Kecamatan Bekasi Timur, untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus merespons kekhawatiran warga.

Ket. Foto: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau SPBU di Jalan Chairil Anwar Kecamatan Bekasi Timur untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM, Rabu (21/10). — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

"Hasil pemantauan SPBU Bekasi Barat aman. Di SPBU Bekasi Timur hanya soal pasokan solar yang sedang dalam perjalanan dari Cikampek. Keterlambatan ini hanya karena soal distribusi bukan karena kelangkaan BBM," katanya di Bekasi, Rabu (21/10).

Pasokan solar tersebut diperkirakan tiba dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Secara umum, ia memastikan kondisi ketersediaan pasokan BBM di Kota Bekasi masih aman dan terkendali.

Dirinya memastikan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi telah diinstruksikan untuk memantau ketersediaan BBM secara rutin sekaligus memastikan takaran bahan bakar yang diterima masyarakat sesuai dengan harga pembelian.

Tri mengimbau masyarakat segera melaporkan keluhan maupun pengaduan terkait temuan persoalan kelangkaan BBM maupun takaran di SPBU melalui layanan darurat yang disiagakan 24 jam di nomor 112.

"Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Sejauh ini, aktivitas berjalan normal. Pada sore hari ini juga belum terlihat antrean," ucapnya.

Pengecekan SPBU ini sekaligus wujud pelayanan pemerintah yang hadir di tengah masyarakat untuk menindaklanjuti keluhan warga, termasuk kekhawatiran kondisi kelangkaan BBM, seperti di Bali, akan terjadi pula di Kota Bekasi.

Seorang warga asal Kecamatan Bekasi Barat, Rendika Utomo (30), mengaku kondisi di Bali meluas hingga Kota Bekasi sehingga dirinya berharap pemerintah daerah beserta pengelola SPBU mampu mengantisipasi hal tersebut terjadi.

"Khawatir kelangkaan stok BBM ada, makanya berharap pemerintah daerah, khususnya di Kota Bekasi ini perlu sigap dan ada upaya antisipasi," katanya.

Menurutnya, jika kelangkaan BBM terjadi di Kota Bekasi, lalu meluas ke beberapa daerah Pulau Jawa maka akan berpotensi fatal mengingat aktivitas perputaran ekonomi tanah air terbanyak berada di wilayah Jawa.

"Fatal banget kalau terjadi kelangkaan di Pulau Jawa. Di Bali saja udah seperti itu kondisinya, kalau sampai terjadi di Jawa bisa sangat fatal dampaknya," ucap dia.

Warga Bekasi Timur, Antonio (39), berharap, pemerintah tidak abai terhadap kelangkaan BBM dengan melakukan mitigasi, antisipasi hingga mencari solusi guna mencegah kondisi tersebut kembali terjadi sebagaimana dirasakan masyarakat Bali.

"Saran buat pemerintah harus bisa fokus cari solusi antisipasi. Jangan sampai kejadian di Bali terulang lagi atau bahkan meluas ke daerah-daerah lain. Ini bisa menodai pencapaian serta prestasi dua tahun kepemimpinan Pak Presiden kalau tidak mampu menangani," kata dia.

  • pemkot bekasi
  • kelangkaan bbm
  • tri adhianto
  • stok bbm bekasi
  • spbu bekasi
  • dinas perdagangan bekasi

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.