Gandeng Swiss, Kemenpar Siapkan Lulusan Poltekpar Serbu Pasar Kerja Global

Kamis, 22 Okt 2026, 17:08 WIB

BADUNG - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memperkuat kompetensi lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) agar mampu bersaing di pasar kerja global melalui pengembangan kurikulum berstandar internasional hasil kolaborasi dengan mitra Swiss. 

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Ir. Martini Mohamad Paham mengatakan penguatan pendidikan vokasi pariwisata dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Swiss, untuk mengembangkan International Based Curriculum yang selaras dengan kebutuhan industri.

Ket. Foto: Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Ir. Martini Mohamad Paham (kanan) bersama Direktur Poltekpar Bali Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja memberikan keterangan kepada wartawan saat ditemui di Poltekpar Bali, Kabupaten Badung, Kamis (22/10). — Sumber: ANTARA/Rolandus Nampu

“Kami bekerja sama dengan berbagai mitra, antara lain dengan Swiss untuk bisa melakukan International Based Curriculum. Semua kurikulum yang kita sampaikan kepada mahasiswa ini sangat bisa diterima oleh industri,” kata Martini saat ditemui di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Badung, Kamis (22/10).

Menurut dia, keterhubungan antara lembaga pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang siap memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain menyiapkan lulusan untuk bekerja di industri, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan kewirausahaan agar lulusan politeknik pariwisata mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Martini mengatakan kementeriannya turut mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk pendidikan bagi pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan SMK Kuliner Global.

Melalui program tersebut, Poltekpar berperan dalam menyiapkan pelatihan bagi calon tenaga kerja, termasuk pekerja yang akan berkarier di luar negeri, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dan kebutuhan pasar internasional.

“Kami menyiapkan pelatihan-pelatihan agar para pekerja, tidak hanya lulusan Poltekpar tetapi juga pekerja yang akan bekerja di luar negeri, dipersiapkan oleh teman-teman dosen di Poltekpar untuk bisa lebih siap bekerja secara internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Poltekpar Bali Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja mengatakan lembaganya terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu menghargai budaya dan menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap alam, termasuk dalam pelaksanaan wisuda yang dirancang agar peserta dapat menyatu dengan lingkungan.

Berdasarkan survei yang disampaikan Puja, Poltekpar Bali mencatat 52,3 persen lulusan telah diterima bekerja di industri maupun bidang kepariwisataan, 3,5 persen berwirausaha, sedangkan 31,6 persen lainnya masih dalam proses seleksi pekerjaan.

Puja mengatakan pengembangan kompetensi lulusan perlu terus didukung melalui kerja sama dengan industri sehingga mahasiswa memiliki kesiapan untuk menghadapi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Adapun total mahasiswa yang diwisuda pada wisuda XXXII di Poltekpar Bali yakni 638 orang, dengan rincian sebanyak 484 berasal dari Jurusan Hospitality dan 154 dari Jurusan Kepariwisataan.

  • kemenpar
  • pariwisata bali
  • poltekpar bali
  • vokasi pariwisata
  • kurikulum internasional

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.