Marquez Siap Mengunci Gelar di Qatar

Jumat, 06 Nov 2026, 06:38 WIB

DOHA – Pembalap Spanyol Marc Marquez berpeluang menorehkan sejarah dengan merebut gelar juara dunia MotoGP kedelapan di Grand Prix Qatar, Minggu (8/11). Pembalap Ducati itu bisa memastikan mahkota juara musim 2026 lebih cepat dua seri, setelah kemenangan di Malaysia pekan lalu memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 44 poin.

Namun, ambisi Marquez tidak sepenuhnya berada di tangannya sendiri. Kondisi Jorge Martin yang masih dibekap cedera pergelangan tangan kanan dan ketatnya persaingan dengan Marco Bezzecchi menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar di Sirkuit Lusail.

Ket. Foto: Pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengendarai sepeda motornya dalam ajang MotoGP Grand Prix Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, pada 1 November 2026. — Sumber: MOHD RASFAN / AFP

Untuk mengunci gelar di Qatar, Marquez harus mengungguli Martin setidaknya 30 poin dan Bezzecchi delapan poin. Hasil tersebut akan membuat keunggulannya mencapai minimal 74 poin dengan hanya dua seri tersisa di Portugal dan Valencia.

Peluang Marquez semakin terbuka setelah Martin gagal menyelesaikan GP Malaysia. Pembalap Aprilia itu sebenarnya mencoba kembali membalap di Sepang hanya enam hari setelah mengalami patah pergelangan tangan kanan dalam kecelakaan di Australia. Namun, kondisinya belum memungkinkan untuk melanjutkan kompetisi.

Sementara itu, Bezzecchi yang sebelumnya memimpin klasemen kini tertinggal 44 poin setelah Marquez menang balapan utama di Malaysia. Pembalap Italia itu masih memiliki peluang matematis untuk mengejar, tetapi posisinya semakin sulit.

Jika berhasil memastikan gelar di Qatar, Marquez akan mencatatkan salah satu kebangkitan terbesar dalam sejarah MotoGP. Dia sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen setelah GP Italia pada Mei. Rekor kebangkitan terbesar sebelumnya dipegang Francesco Bagnaia yang mampu menghapus defisit 91 poin untuk merebut gelar 2022.

Perjalanan Marquez musim ini juga tidak sepenuhnya mulus. Ia bahkan tidak pernah naik podium dalam tujuh seri pertama. Namun, situasi berubah setelah itu. Dari 11 seri berikutnya, pembalap Spanyol tersebut berhasil memenangi tujuh Grand Prix.

Marquez telah mengoleksi tujuh kemenangan Grand Prix musim ini. Catatan tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan dominasinya setelah merebut gelar pertamanya bersama Ducati pada 2025.

Di luar persaingan gelar, GP Qatar juga dibayangi persoalan keamanan kawasan Timur Tengah. Seri yang semula dijadwalkan berlangsung April itu telah ditunda hingga November akibat ketegangan geopolitik.

Bahkan, MotoGP terancam kehilangan hingga sembilan pembalap reguler akibat cedera dan keputusan Yamaha menarik kedua timnya. Pabrikan Jepang tersebut memastikan tidak mengirim Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Toprak Razgatlioglu ke Lusail karena pembatasan perjalanan perusahaan.

Selain itu, Alex Marquez, Joan Mir, Raul Fernandez, dan Fermin Aldeguer juga menghadapi persoalan cedera. Kondisi Jorge Martin pun masih diragukan. Situasi tersebut membuat GP Qatar berpotensi berlangsung dengan kekuatan grid yang jauh berkurang. Bagi Marquez, bagaimanapun, Lusail bisa menjadi panggung untuk mengukuhkan kembali statusnya sebagai penguasa MotoGP sekaligus menambah koleksi gelar juara dunia kedelapan di kelas utama. ben/G-1

  • marc marquez

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.