Kemiskinan Jakarta Turun, Efek Pelatihan Kerja dan Bansos Melimpah?

Rabu, 21 Okt 2026, 17:35 WIB

JAKARTA - Kabar baik buat warga ibu kota. Tingkat kemiskinan dan pengangguran di DKI Jakarta tercatat makin melandai. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jakarta turun ke angka 3,96 persen per Maret 2026, alias berkurang 0,07 persen poin dibanding September tahun lalu.

Kondisi pasar kerja di ibu kota juga menunjukkan sinyal positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menyusut jadi 5,79 persen per Mei 2026, turun 0,24 persen poin dari posisi Februari 2026. Hal ini berbanding lurus dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang naik ke angka 66,05 persen.

Ket. Foto: Kabar baik buat warga ibu kota. Tingkat kemiskinan dan pengangguran di DKI Jakarta tercatat makin melandai. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jakarta turun ke angka 3,96 persen per Maret 2026, alias berkurang 0,07 persen poin dibanding September tahun lalu. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Membaiknya indikator ketenagakerjaan ini tak lepas dari upaya Pemprov DKI dalam memfasilitasi pencari kerja. Lewat Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), Pemprov telah menggelar pelatihan reguler dan menyebar Mobile Training Unit dengan total 6.720 peserta.

Selain itu, bursa kerja atau Job Fair yang diselenggarakan berhasil menggaet 214 perusahaan dan membuka 24.390 lowongan pekerjaan. Pelatihan vokasi ini juga didukung sektor BUMD yang mendanai 16 kelas pelatihan keterampilan senilai Rp2,1 Miliar untuk 320 peserta, mencakup bidang Digital Marketing, Content Creator, Hospitality, hingga Bahasa Jepang.

Dari sisi jaring pengaman sosial, dana APBD terus digelontorkan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas bawah. Hingga Triwulan III-2026, realisasi anggaran Program Penguatan Sistem Perlindungan Sosial sudah terpakai Rp1,99 Triliun atau 73,85 persen dari total pagu anggaran.

Bantuan sosial ini disalurkan secara rutin lewat berbagai program kartu prioritas, seperti Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), hingga Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Khusus lansia dan warga disabilitas, Pemprov DKI juga menyiagakan tim Pasukan Putih untuk pendampingan kesehatan langsung di lapangan.

Sektor pendidikan dan pangan turut menjadi tumpuan utama dalam menekan angka kemiskinan sistemik. Pada sektor pendidikan, Pemprov DKI telah menyalurkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap II kepada 661.209 peserta didik dengan total realisasi anggaran program pendidikan mencapai Rp4,99 Triliun.

Sementara untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di masyarakat, program Penguatan Ketahanan Pangan telah terealisasi hingga Rp599,59 Miliar (91,54%). Bantuan pangan bersubsidi ini disebar di 111 titik distribusi, mencakup komoditas beras, telur, daging sapi, daging ayam, ikan kembung, hingga susu UHT bagi kelompok penerima manfaat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.