Diplomat dari 4 Negara Ikuti Pelatihan di Sekolah Staf Dinas Luar Negeri International Kemlu RI

Rabu, 21 Okt 2026, 17:45 WIB

JAKARTA - Delapan diplomat dari Gambia, Somalia, Mongolia dan Myanmar, mengikuti pelatihan diplomatik 23 hari atau dikenal sebagai Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) International 2026. Kegiatan untuk memperkuat kemitraan berkelanjutan negara-negara Selatan Global ini dibuka Staf Ahli Bidang Manajemen Kemlu RI, Acep Somantri, Senin (19/10).

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemlu RI menyelenggarakan pelatihan ini bersama Indonesian Aid (LDKPI). Sebanyak 8 peserta berpangkat minimal Sekretaris Kedua atau setara mengikuti program di Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta hingga 7 November 2026.

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Kemlu RI

Pelatihan mengusung tema "Strengthening Economic Cooperation and Sustainable Partnerships through Inclusive Diplomacy". Tiga pilar menopang tema ini: penguatan kerja sama ekonomi, diplomasi inklusif, dan kemitraan berkelanjutan.

Peserta mengikuti kelas, diskusi panel, dan simulasi tentang mediasi, diplomasi ekonomi, Asean, diplomasi multilateral, dan diplomasi kesehatan global. Kunjungan lapangan ke Cirata Floating Solar Power Plant, PT KAI, Bio Farma, PT Dirgantara Indonesia, dan KEK Kendal memperlihatkan bagaimana kebijakan menjadi kapasitas industri nyata.

“Indonesia menempatkan pengembangan kapasitas diplomat sebagai investasi strategis dalam kemitraan setara dengan negara-negara Global South (Selatan Global-red). Kami tidak menawarkan model untuk ditiru. Kami menawarkan pengalaman untuk dibagi, dan kami berharap belajar dari pengalaman Anda,” ujar Acep dikutip dari laman Kemlu RI, Rabu (21/10).

Pendekatan ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif serta Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular. Staf Ahli Bidang Manajemen Kemlu RI juga mengajak peserta mencari titik temu.

Sementara, Direktur Sesdilu, Tubagus Edwin Suchranudin, merangkum semangat program dalam tiga kata: Learn. Link. Last. "Belajar dari Indonesia dan satu sama lain, terhubung lintas batas, kawasan, dan budaya, serta membangun kemitraan yang bertahan lama," ucap dia.

Di akhir program, peserta menyusun Policy Reflection Note tentang potensi kerja sama antara negara asal dan Indonesia. Mereka juga bergabung dalam jaringan alumni Sesdilu lintas kawasan untuk menjaga komunikasi dan kerja sama jangka panjang. ils/I-1

  • Kemlu
  • Sekolah Staf Dinas Luar Negeri

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.