Azerbaijan Diminta Kaji Ulang Aturan Larangan Hijab

Rabu, 21 Okt 2026, 16:49 WIB

TEHERAN - Iran berharap Azerbaijan mendengarkan para demonstran yang mengkritik pembatasan pemakaian hijab di sekolah, dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.

“Kami berharap negara yang memiliki hubungan baik dengan kami… dapat menyelesaikan persoalan ini dalam suasana saling pengertian, dengan mempertimbangkan nilai-nilai bersama dan penghormatan terhadap hak-hak dasar warga negara,” kata Baqaei dalam konferensi pers pada Selasa (20/10).

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Pada September 2026, pemerintah Azerbaijan mengubah peraturan mengenai penampilan siswa sekolah negeri. Aturan baru tersebut melarang siswa mengenakan pakaian yang melanggar ketentuan seragam atau tidak sesuai dengan karakter sekuler pendidikan.

Anggota parlemen Azerbaijan Jeyhun Mammadov mengatakan bahwa reformasi tersebut bertujuan menghilangkan perbedaan berdasarkan latar belakang agama, etnis, dan faktor lainnya di lingkungan sekolah.

Meski kerudung Islam tidak disebutkan secara eksplisit dalam aturan tersebut, perubahan itu berdampak pada para siswi yang mengenakan hijab yang kemudian memicu protes publik.

Pada 12 Oktober, Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan menyatakan bahwa 37 orang ditangkap di Baku karena mengganggu ketertiban umum. Media lokal melaporkan bahwa lebih dari 200 orang telah ditahan sejak saat itu.

Dewan Media Azerbaijan menuduh Iran dan Turki melancarkan serangan informasi yang terkoordinasi. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.