Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Barat Memprioritaskan Perhutanan Sosial bagi Masyarakat Adat

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Barat Memprioritaskan Perhutanan Sosial bagi Masyarakat Adat Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani (tengah) saat mengadiri rapat koordinasi teknis pembangunan sektor kehutanan yang diselenggarakan di Manokwari, Selasa (20/10/2026).

Manokwari - Pemerintah Provinsi Papua Barat menempatkan perhutanan sosial sebagai instrumen pengembangan usaha masyarakat adat melalui akses pengelolaan kawasan, pendampingan usaha dan pemasaran hasil hutan secara berkelanjutan.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani di Manokwari, Selasa, mengatakan pengelolaan hutan perlu disertai dengan penguatan kelembagaan kelompok masyarakat agar dapat menyusun rencana usaha yang mengutamakan kelestarian kawasan.

“Supaya masyarakat memperoleh pendapatan dari usaha yang legal, produktif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA),” kata Lakotani.

Menurut dia, masyarakat adat yang berdomisili di dalam maupun sekitar kawasan hutan harus menjadi mitra utama pemerintah daerah, karena pengetahuan serta tradisi kearifan lokal berperan penting menjaga kelestarian lingkungan.

Kebijakan pengelolaan sektor kehutanan sudah semestinya mempertimbangkan aspek sosial dan budaya mengingat hutan berkaitan erat dengan sejarah, identitas, serta kehidupan masyarakat adat di wilayah Papua Barat.

“Masyarakat adat sangat paham bagaimana menjaga kelestarian hutan, sehingga mereka harus jadi mitra pemerintah daerah,” ucap dia.

Dia menyebut pengembangan usaha seperti, madu, rotan, sagu, kulit masoi dan berbagai komoditas lokal lain sebagai potensi hasil hutan bukan kayu dapat menunjang pelaksanaan program prioritas, yaitu Papua Barat Produktif.

Pemanfaatan potensi ekonomi dari sektor kehutanan di Papua Barat harus tetap memperhatikan fungsi hutan sebagai pengatur ekosistem, penyimpan karbon, sumber air, habitat keanekaragaman hayati, dan paru-paru dunia.

“Tugas kita bukan mempertentangkan pembangunan dengan pelestarian hutan, melainkan membuat keduanya berjalan bersama,” ujarnya.

Pemerintah provinsi, kata dia, berkomitmen keterampilan pengolahan dan pengemasan serta membangun kemitraan dengan koperasi dan pelaku usaha agar warga memperoleh nilai tambah, bukan hanya menjual bahan mentah.

Kegiatan perlindungan tutupan hutan, rehabilitasi kawasan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bagian dari pengembangan ekonomi hijau untuk menghadapi tekanan perubahan iklim.

“Pelaksanaannya memerlukan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar upaya perlindungan lingkungan menjangkau berbagai kepentingan dan wilayah,” katanya.

Selain itu, sambung Lakotani, pembenahan tata kelola kehutanan juga membutuhkan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, ketersediaan data akurat, serta pemanfaatan teknologi.

Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dengan provinsi, kabupaten, dan mitra pembangunan sangat diperlukan untuk menyelaraskan pelaksanaan program sesuai karakteristik Papua Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.