Kuba Protes AS Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Raul Castro
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 16:08 WIB | Oleh: Deri HenriawanHAVANA - Pemerintah Kuba pada Senin (19/10) mengecam surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Negara Bagian Florida, Amerika Serikat (AS), terhadap mantan presiden Kuba Raul Castro.
Pemerintah Kuba menyebutnya sebagai manuver hukum yang tak masuk akal dan terkait dengan blokade Washington terhadap pulau tersebut.
"Tindakan tercela terhadap Jenderal Angkatan Darat pagi ini dalam sebuah sirkus menyedihkan di Miami, dengan latar belakang pemilu, tidak memiliki, dan tidak akan pernah memiliki, makna hukum sedikit pun, apalagi makna praktis," kata Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Diaz-Canel menilai surat perintah penangkapan tersebut merupakan manuver politik berkedok hukum yang didalangi politikus anti-Kuba terhadap Raul dan terhadap Kuba.
Dia menambahkan bahwa langkah tersebut "mencerminkan kesulitan yang mereka (AS) hadapi dalam upaya membenarkan blokade dan hukuman kolektif terhadap rakyat kami".
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez juga mengecam langkah tersebut dalam sebuah unggahan di X, seraya menyebutnya sebagai "manuver baru yang mandul dari para politikus anti-Kuba di Florida Selatan terhadap Jenderal Angkatan Darat Raul Castro Ruz, yang mereka padukan dengan tuduhan-tuduhan klise dan tak berdasar lainnya terhadap Kuba".
Rodriguez mengatakan bahwa langkah tersebut hanya mencerminkan "kebusukan politik dan keruntuhan moral sekelompok parasit yang menipu dan mengelabui para pengikut mereka, membuat mereka terus berkontribusi melalui penggalangan dana dan dukungan finansial".
Jaksa Agung Florida James Uthmeier pada Senin mengumumkan bahwa otoritas negara bagian telah memperoleh surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Revolusi Kuba Raul Castro atas dakwaan konspirasi untuk melakukan pembunuhan tingkat pertama sehubungan dengan penembakan jatuh dua pesawat sipil pada 1996.
Castro (95) saat itu menjabat menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba ketika insiden penembakan jatuh tersebut terjadi, yang menurut Havana berlangsung di wilayah udara Kuba dan merupakan tindakan membela diri. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!