• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hati-hati, Kebiasaan Ngemi...

Hati-hati, Kebiasaan Ngemil Larut Malam Berisiko Gangguan Hati

Selasa, 20 Okt 2026, 15:00 WIB

JAKARTA - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi camilan atau ngemil saat larut malam bisa berisiko meningkatkan gangguan kesehatan seperti penyakit hati.

Dilaporkan New York Post, Senin (19/10), para peneliti meyakini bahwa temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi, juga waktu mengonsumsinya. Hal tersebut serupa dengan kebiasaan gaya hidup lainnya yang turut memengaruhi kesehatan.

Ket. Foto: — Sumber: Everyday Health

"Kami berulang kali menemukan bahwa waktu melakukan berbagai aktivitas, baik tidur, makan, maupun berolahraga, benar-benar berpengaruh," kata salah seorang penulis penelitian Dr. Andrew W. McHill.

Studi tersebut meneliti hampir 200.000 orang dalam tiga penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan ngemil larut malam secara signifikan meningkatkan risiko gangguan hati seiring berjalannya waktu.

Orang-orang yang makan larut malam, yang didefinisikan sebagai mereka yang makan setelah makan malam atau setelah waktu tidur, mengalami peningkatan risiko penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik (metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease/MASLD) atau sirosis selama rata-rata 16 tahun masa tindak lanjut.

Di antara orang-orang yang memiliki kebiasaan makan larut malam, penelitian tersebut menemukan peningkatan risiko berbagai jenis penyakit hati sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi camilan larut malam.

Hati memiliki jam sirkadian internal yang mengatur metabolisme. Oleh karena itu, para peneliti menyelidiki sejauh mana waktu makan dan mengonsumsi camilan memengaruhi kesehatan organ tersebut.

MASLD merupakan salah satu jenis penyakit hati yang umum terjadi. Kondisi itu muncul ketika lemak menumpuk di hati dan dapat menyebabkan peradangan seiring berjalannya waktu.

Meskipun kondisi tersebut mungkin tidak menimbulkan gejala, MASLD dapat berkembang menjadi penyakit hati yang lebih serius jika tidak ditangani, seperti fibrosis hati berat atau sirosis.

Sirosis merupakan penyakit hati tahap lanjut yang ditandai dengan jaringan hati yang sehat itu terluka dan rusak permanen. Kondisi itu membuat hati tidak dapat berfungsi dengan baik dalam memproduksi protein, melawan infeksi, membersihkan darah, serta membantu proses pencernaan makanan.

Gejala sirosis dapat meliputi kelelahan, kulit menguning akibat penyakit kuning, mudah mengalami memar, rasa gatal yang parah, batu empedu, hingga gagal ginjal.

Meskipun sejumlah besar peserta penelitian menunjukkan peningkatan risiko penyakit hati, penulis utama penelitian tersebut Dr. Robert Wilechansky menegaskan bahwa "dari orang-orang yang mengalami penyakit hati berlemak, hanya sebagian kecil yang berkembang menjadi kondisi serius, seperti sirosis hati".

Meski mengonsumsi sedikit makanan sebelum tidur dapat membantu meredakan rasa lapar dalam jangka pendek, makan pada waktu yang tidak tepat berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius yang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. Makan pada malam hari, ketika jam biologis internal tubuh berfokus pada tidur, dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk metabolisasi makanan secara efisien.

  • Kesehatan

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.