Marak Antrean BBM di Daerah: Pemerintah Fokus Benahi Distribusi
Senin, 19 Okt 2026, 18:27 WIBJAKARTA- Antrean BBM (Bahan Bakar Minyak) di sejumlah daerah bukan disebabkan stok nasional menipis, melainkan jalur distribusi yang terhambat. Pemerintah kini fokus membenahi distribusi ke Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan nasional aman. Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari, sementara jenis BBM lainnya di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional.
"Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16-18 hari," ujar Bahlil usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026). "Sekarang distribusinya yang kita perlancar."tambah dia dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.
Bahlil juga menyampaikan kabar positif soal solar. "Kalau solar, kita tidak lagi melakukan impor," ujarnya. Adapun Pertalite sebagian masih dipenuhi dari impor.
Sungai Dangkal Jadi Kendala
Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Pertamina melaporkan kendala distribusi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Di daerah-daerah itu, BBM selama ini diangkut kapal melalui sungai. Namun, sebagian sungai mengalami pendangkalan akibat cuaca sehingga kapal berukuran besar tidak lagi bisa masuk.
Pengiriman pun dialihkan ke jalur darat, yang sebagian memakan waktu lebih lama. Bahlil memastikan pemerintah akan berupaya maksimal agar gangguan tidak terulang.
"Kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi," tegasnya.
Untuk memperlancar distribusi antardaerah, Bahlil meminta Pertamina menambah armada pengangkut.
Belajar dari Bali
Gangguan di Bali menjadi bahan evaluasi. Keterlambatan kapal dari Jawa sempat membuat cadangan di Bali turun hingga 3-4 hari. Setelah armada kapal ditambah, cadangan kembali ke kisaran 11-12 hari dan antrean di SPBU mulai terurai.
Bahlil menyebut persoalan itu sebagai kendala teknis dalam manajemen arus logistik Pertamina. Meski begitu, ia menegaskan penyelesaiannya menjadi tanggung jawab bersama.
"Tapi apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama," ujarnya.
Dengan cadangan nasional yang terjaga dan jalur distribusi yang terus dibenahi, pemerintah berupaya memastikan pasokan BBM sampai tepat waktu ke masyarakat di seluruh daerah.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- antrean bbm
- distribusi bbm kalimantan
- Investasi dan Hilirisasi
- distribusi bbm bali
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Festival Olahraga Rakyat Jakarta 2026
-
Penculikan Dua Anak Perempuan di Kalideres Jakbar, Ini Kronologinya!
-
PTPN III Gandeng Unpad Perkuat Riset dan Transformasi Perusahaan
-
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya
-
Jangan Panik! Beras Premium Ditarik, Bapanas Pastikan Stabilitas Pasokan Tetap Terjaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.