- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mantan Jaksa Antikorupsi G...
Mantan Jaksa Antikorupsi Guatemala Ditembak Mati di Kompleks Olahraga
Senin, 19 Okt 2026, 00:00 WIBGUATEMALA CITY â Juan Francisco Solorzano Foppa, mantan jaksa antikorupsi yang dikenal menangani sejumlah kasus besar di Guatemala, tewas ditembak di sebuah kompleks olahraga di ibu kota negara tersebut. Polisi telah menangkap dua pria yang diduga terkait dengan serangan bersenjata itu.
Dari Al Jazeera, penembakan terjadi pada Sabtu (17/10) di kompleks olahraga Campo Marte, Kota Guatemala. Selain Foppa, seorang pria bernama Gustavo Adolfo Aguilar Gamarro juga tewas dalam insiden tersebut, menurut keterangan Kantor Kejaksaan Guatemala.
Tak lama setelah kejadian, aparat menangkap dua pria yang diduga terlibat. Polisi juga menyita senjata api jenis karabin dan sebuah sepeda motor yang berkaitan dengan kasus tersebut. Meski demikian, proses penyelidikan masih diperlukan untuk mengungkap secara lengkap motif dan rangkaian kejadian di balik penembakan itu.
Kematian Foppa menyita perhatian karena rekam jejaknya dalam pemberantasan korupsi. Pria berusia 43 tahun itu pernah menangani perkara yang melibatkan sejumlah tokoh bisnis berpengaruh di Guatemala, serta terlibat dalam kasus-kasus yang menjadi sorotan publik.
Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengecam keras pembunuhan tersebut dan meminta agar seluruh pihak yang bertanggung jawab diadili, termasuk mereka yang diduga memerintahkan serangan.
âSaya mengutuk keras pembunuhan pengecut terhadap mantan jaksa Juan Francisco Solorzano Foppa,â tulis Arevalo melalui akun resmi X.
Ia mengatakan telah menginstruksikan pemerintahannya untuk berkoordinasi dengan otoritas terkait guna mengungkap kasus tersebut.
Arevalo juga menegaskan bahwa ancaman kekerasan tidak akan menghentikan upaya pemerintah dalam menegakkan keadilan. Ia meminta agar pelaku langsung maupun pihak yang berada di balik pembunuhan itu dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Rekam jejak dalam pemberantasan korupsi
Sebelum dikenal sebagai pengacara, Foppa pernah memimpin Direktorat Investigasi Kriminal di Kantor Kejaksaan Guatemala. Ia kemudian menjabat sebagai kepala otoritas pajak negara tersebut, Superintendency of Tax Administration (SAT), pada 2016 hingga 2018.
Selama menjabat, Foppa terlibat dalam upaya penindakan terhadap puluhan tokoh bisnis berpengaruh dan pemulihan pajak yang belum dibayarkan. Kiprahnya membuat namanya dikenal dalam penanganan perkara korupsi dan persoalan perpajakan di Guatemala.
Pada 2023, ia juga sempat bergabung dengan tim pembela jurnalis Guatemala Jose Ruben Zamora, sosok yang menjadi perhatian internasional dalam perdebatan mengenai kebebasan pers dan independensi peradilan di Amerika Tengah.
Namun, keterlibatan Foppa dalam perkara tersebut tidak berlangsung lama. Ia kemudian menghadapi tuduhan dari Kejaksaan Agung terkait dugaan upaya menghalangi proses hukum serta menghancurkan atau menyembunyikan informasi. Foppa membantah tuduhan tersebut, tetapi akhirnya menerima kesepakatan pembelaan karena menyatakan tidak percaya akan memperoleh persidangan yang adil.
Pada 2025, Foppa juga pernah menyampaikan dugaan hubungan antara geng kriminal Barrio 18 dan partai politik Persatuan Harapan Nasional, serta menyoroti kemungkinan keterkaitan kelompok kriminal dengan sistem peradilan. Pernyataan itu merupakan tuduhan yang disampaikannya dan tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan dalam pembunuhannya.
Penyelidikan masih berlangsung
Kematian Foppa menambah perhatian terhadap keamanan tokoh-tokoh yang terlibat dalam perkara hukum sensitif di Guatemala. Namun, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan yang memastikan bahwa penembakan tersebut berkaitan dengan pekerjaan antikorupsi yang pernah dijalaninya.
Pihak berwenang kini menghadapi tugas untuk mengungkap motif serangan, memastikan peran dua pria yang telah ditangkap, serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Pemerintah Guatemala menegaskan komitmennya untuk mengusut pembunuhan tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan apakah serangan itu merupakan kejahatan yang berkaitan dengan persoalan pribadi, kriminalitas, atau aktivitas Foppa dalam penanganan perkara hukum sebelumnya.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Empat Laga dalam 11 Hari, Xavi Hernandez Kritik Padatnya Jadwal Pertandingan Internasional
-
Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda
-
Mendikdasmen: Dua Program Pendidikan Indonesia Raih Penghargaan Internasional
-
Janice Tjen Ikuti Jejak Yayuk Basuki di Top 50 Dunia
-
Polres OI Sebut Bakal Jemput Paksa Dua Tersangka Pelecehan Mahasiswi KKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.