Liga Champions: Roma Dibayangi Trauma Real Madrid, Slovan Bratislava Jadi Sasaran Kebangkitan
Senin, 19 Okt 2026, 07:30 WIBROMA â AS Roma kembali memburu kemenangan di Liga Champions setelah drama menyakitkan saat menghadapi Real Madrid pekan lalu. Menjamu Slovan Bratislava di Stadion Olimpico, Rabu (21/10) dini hari WIB, klub ibu kota Italia itu bertekad mengakhiri penantian panjang untuk meraih kemenangan di kompetisi elite Eropa tersebut.
Roma sebenarnya berada di ambang kemenangan sensasional atas Real Madrid. Namun, keunggulan yang mereka bangun justru menguap pada menit-menit terakhir. Sementara itu, Slovan Bratislava datang dengan kondisi tak kalah sulit setelah kembali menelan kekalahan telak pada fase liga.
Roma sempat unggul 3-1 melalui dua gol Donyell Malen selepas jeda. Akan tetapi, mereka secara mengejutkan kehilangan kendali pada delapan menit terakhir dan kebobolan tiga gol. Antonio Rudiger akhirnya memastikan kemenangan Madrid, sementara mantan pelatih Roma, Jose Mourinho, menyaksikan timnya membalikkan keadaan.
Kekalahan itu menjadi yang keenam bagi Roma dalam tujuh pertemuan melawan Madrid di Italia. Hasil tersebut juga membuat pasukan Gian Piero Gasperini baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan Liga Champions musim ini.
Sebelumnya, Roma juga gagal mempertahankan keunggulan ketika menghadapi Fenerbahce pada bulan lalu. Mereka akhirnya harus puas dengan hasil imbang 1-1 di kandang lawan.
Rangkaian hasil tersebut membuat Roma semakin berambisi mengakhiri penantian tujuh tahun untuk kembali meraih kemenangan di Liga Champions. Klub yang pernah menjadi finalis Piala Champions pada 1984 itu kembali tampil di panggung tertinggi Eropa setelah finis di peringkat ketiga Serie A musim lalu.
Pencapaian tersebut sekaligus menandai keberhasilan musim pertama Gasperini bersama Roma. Performa mereka di kompetisi domestik sejauh ini juga cukup menjanjikan.
Roma belum terkalahkan di Serie A musim ini. Setelah mengawali kompetisi dengan empat kemenangan, mereka bermain imbang melawan dua pesaing potensial dalam perebutan gelar, Inter Milan dan Como, sebelum menundukkan Genoa pada Sabtu malam.
Gol penyelesaian brilian Santiago Castro membuka keunggulan Roma dalam pertandingan tersebut, sebelum pemain muda Emanuele Lulli mencetak gol pertamanya di Serie A.
Berada tepat di belakang Inter yang memimpin klasemen, Roma kini berusaha membawa performa positif di liga domestik ke kompetisi Eropa. Stadion Olimpico bisa menjadi modal penting karena mereka terakhir kali menelan kekalahan di kandang dalam pertandingan liga lebih dari 10 bulan lalu.
Di sisi lain, Slovan Bratislava menghadapi tantangan berat untuk mencuri poin di Roma.
Klub Slovakia itu hanya sekali terhindar dari kekalahan dalam 11 pertandingan tandang di Piala Champions maupun Liga Champions. Satu-satunya pengecualian terjadi pada 1970.
Kemenangan terakhir Slovan di Italia bahkan tercatat setahun sebelumnya. Sejak saat itu, mereka gagal meraih kemenangan dalam empat lawatan ke negara tersebut.
Meski demikian, Slovan memiliki kenangan tersendiri saat berhadapan dengan Roma. Mereka pernah menyingkirkan klub Italia itu pada babak kualifikasi Liga Europa 15 tahun lalu dengan keunggulan agregat 2-1.
Namun, kondisi terkini Slovan jauh dari ideal. Setelah melewati babak kualifikasi musim panas ini, mereka mencatatkan rekor buruk sebagai tim pertama yang menelan 10 kekalahan beruntun pada fase liga kompetisi elite UEFA tersebut.
Slovan dihantam Stuttgart dengan skor 0-3 pada pertandingan terakhir, setelah sebelumnya dibantai juara bertahan Paris Saint-Germain 1-6 pada laga pembuka.
Dua tahun lalu, mereka mengakhiri kompetisi di peringkat ke-35 dari 36 peserta. Jika tren negatif tidak segera dihentikan, Slovan berisiko kembali terpuruk di papan bawah.
Dominasi mereka di kompetisi domestik pun mulai mendapat tantangan. Meski berhasil mengalahkan Spartak Trnava dengan skor 3-0 pada Sabtu, Slovan masih tertahan di peringkat keempat klasemen Liga Super Slovakia setelah 10 pertandingan.
Pelatih Yaya Toure memiliki pengalaman besar di Liga Champions. Ia pernah mengangkat trofi bersama Barcelona dan kini menjadi pelatih asal Afrika pertama yang menangani sebuah tim di kompetisi tersebut. Namun, membawa Slovan meraih hasil positif di Roma akan menjadi salah satu tantangan terberat dalam karier kepelatihannya.
Dybala Berpeluang Kembali, Malen Jadi Andalan Roma
Roma masih menunggu perkembangan kondisi Paulo Dybala yang mengalami cedera otot ketika menghadapi Real Madrid. Penyerang Argentina itu terpaksa meninggalkan lapangan saat turun minum, tetapi masih berpeluang pulih untuk pertandingan melawan Slovan.
Meski demikian, Gasperini kembali kehilangan dua gelandang andalannya. Bryan Cristante masih menjalani pemulihan cedera lutut, sedangkan Manu Kone diperkirakan harus menepi hingga tiga pekan akibat masalah pada paha.
Kiper utama Mile Svilar juga belum dapat bermain. Pier Luigi Gollini diperkirakan kembali dipercaya mengawal gawang Roma.
Malen berpeluang kembali masuk susunan pemain utama setelah menjalani hukuman larangan bermain di kompetisi domestik pada akhir pekan lalu. Penyerang tersebut telah terlibat langsung dalam tiga gol dari dua pertandingan Liga Champions musim ini, selain mencetak enam gol di Serie A.
Di kubu Slovan, Tigran Barseghyan menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai. Winger asal Armenia itu merupakan pemain dengan kontribusi gol, assist, dan penciptaan peluang terbanyak bagi Slovan pada fase liga musim 2024/2025.
Meski timnya kesulitan pada musim ini, Barseghyan tetap menunjukkan ancaman. Ia telah melepaskan lima tembakan dan menciptakan lima peluang dari permainan terbuka.
Untuk mengisi posisi penyerang tengah, Slovan memiliki beberapa pilihan, yakni rekrutan anyar Roman Cerepkai, Suleiman Camara yang tampil sejak awal melawan Spartak Trnava, atau striker berpengalaman Andraz Sporar.
Perkiraan Susunan Pemain
AS Roma: Gollini; Mancini, Ndicka, Hermoso; Lulli, De Roon, Pisilli, Wesley; Soule, Pellegrini; Malen.
Slovan Bratislava: Takac; Blackman, Bajric, Markovic, Cruz; Pokorny, Ibrahim; Barseghyan, Martinez, Camara; Sporar.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
3 Legenda Drifter Jepang Bersatu untuk Pertama Kalinya, Siap Guncang IMX 2026
-
Jangan Asal Ditinggal, 5 Makanan Ini Bisa Berbahaya Jika Terlalu Lama di Suhu Ruang
-
Gawat!!! Ole Romeny Diragukan Perkuat Timnas Indonesia Jelang Final Besok
-
Logo Hari Jadi Jatim ke-81 Punya Makna Khusus, Ada Pesan Besar di Baliknya
-
Digitalisasi dan Akses Pembiayaan Jadi Fokus Program Pemberdayaan UMKM di Cirebon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.