Korea Selatan Tak Menyerah! Upaya Pulihkan Dialog dengan Korea Utara Terus Berlanjut

Senin, 19 Okt 2026, 00:11 WIB

ISLAMABAD - Korea Selatan, Minggu, berjanji akan terus berupaya memulihkan dialog dengan Korea Utara dan mengupayakan hidup berdampingan secara damai, demikian menurut laporan media setempat.

Perdana Menteri Korea Selatan Han Seong-sook mengatakan Seoul akan berupaya meletakkan dasar bagi dimulainya kembali dialog yang telah lama terhenti tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap.

Ket. Foto: Ilustrasi - Reunifikasi Korea Selatan dan Korea Utara. — Sumber: Antara foto/Anadolu

“Berbagai upaya akan dilakukan untuk membuka pintu dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara serta menggelar pembicaraan mengenai perdamaian dan kemakmuran bersama,” kata Han.

Menyebut perpecahan kedua Korea sebagai “kenyataan”, Han menyoroti bahwa penderitaan warga yang mengungsi dan keluarga yang terpisah masih terus berlangsung.

“Upaya kami untuk membuka jalan menuju hidup berdampingan secara damai antara Korea Selatan dan Korea Utara tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Kedua negara yang telah lama bersaing itu menandatangani Deklarasi Panmunjom yang bersejarah pada April 2018 di desa gencatan senjata Panmunjom.

Kedua Korea secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena Perang Korea pada 1950–1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Sejak menjabat pada Juni 2025, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengubah kebijakan negaranya dari pendekatan yang diterapkan pendahulunya, Yoon Suk Yeol.

Sejumlah langkah yang diambil antara lain menghentikan siaran pengeras suara yang ditujukan ke Korea Utara dan melarang aktivis menerbangkan balon berisi materi anti-Pyongyang ke wilayah Korea Utara.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memulihkan saluran komunikasi antara kedua pihak, yang telah dibekukan sejak masa pemerintahan Yoon.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.