Kaltim Dukung Kogabwilhan II Amankan Perbatasan dan IKN

Senin, 19 Okt 2026, 03:27 WIB

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh operasional Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II dalam mengantisipasi potensi ancaman kedaulatan di wilayah perbatasan dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sinergi antara Pemprov Kaltim dan Kogabwilhan II sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di kawasan perbatasan dan wilayah penyangga IKN,” kata Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menerima audiensi Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, beberapa hari lalu.

Ket. Foto: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menerima audiensi Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. — Sumber: Antara

Rudy menyampaikan apresiasi atas kunjungan perkenalan Panglima Kogabwilhan II beserta jajaran, dan berharap pertemuan tersebut memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam mendukung keamanan serta pembangunan daerah.

Menurut dia, Kaltim memiliki karakteristik wilayah strategis karena berbatasan darat langsung dengan Malaysia, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kedaulatan dan mengantisipasi ancaman. “Di Kalimantan, kita hanya dipisahkan dengan patok batas negara,” ungkapnya.

Selain kerawanan perbatasan, Rudy menambahkan tantangan kewilayahan Kaltim mencakup persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya dapat meluas hingga ke negara tetangga dalam bentuk kabut asap.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk menangani persoalan tersebut sekaligus memperkuat pengawasan wilayah.

Ia juga menyoroti keberadaan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang membuat Kaltim memegang posisi vital dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional. “Pengawasan terhadap potensi ancaman dari luar luar negeri dinilai semakin krusial seiring perkembangan IKN,” kata Rudy.

Rudy mengungkapkan masih adanya wilayah tanpa akses pemantauan dan komunikasi yang memadai (blank spot), khususnya di kawasan perbatasan Kaltim-Kalimantan Utara dengan Malaysia.

Kondisi tersebut perlu diatasi bersama melalui pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah perbatasan.

Rudy berharap kehadiran Kogabwilhan II dapat memperkuat pemantauan terhadap berbagai potensi ancaman serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Dalam audiensi tersebut, Panglima Kogabwilhan II didampingi oleh Kaskogabwilhan II Laksda TNI Isswarto, Asren Laksma TNI Dedi Rorna, Asintel Brigjen TNI Sarkistan Sihaloho, Asops Brigjen TNI Andriyanto, Aster Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, Koorsmin Kolonel Lek Jajang Rismanto, dan Dandenma Letkol Kal Dalimunte. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.