Di Tengah Tekanan Biaya, AppliCAD Perkenalkan AI SOLIDWORKS 2027

Senin, 19 Okt 2026, 14:08 WIB

JAKARTA - Saat tekanan biaya dan persaingan produk impor, efisiensi menjadi penentu daya tahan industri manufaktur. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam desain dan rekayasa produk dinilai mampu mempercepat pengembangan produk sekaligus menekan biaya menjadi sorotan dalam SOLIDWORKS Innovation Day 2027 (SWID'27) bertema “SOLIDWORKS. SUPERCHARGED.” yang digelar PT Indonesia AppliCAD, belum lama ini.

Momentum investasi sektor ini masih kuat. Nilai investasi manufaktur tercatat Rp 418,6 triliun pada awal 2026, sementara Kementerian Perindustrian menargetkan nilai investasi sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) mencapai Rp 432,6 triliun pada 2027. Di sisi efisiensi, penerapan AI untuk pemeliharaan prediktif secara global disebut mampu menurunkan downtime 30–50% dan biaya pemeliharaan 10-40%.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Acara hybrid ini diikuti 140 peserta (89 hadir langsung, 51 daring). Pada sesi pembaruan SOLIDWORKS 2027, peserta mengenal SOLIDWORKS AI Virtual Companions  AURA (Virtual Explorer) dan LEO (Virtual Engineer)  serta kemampuan berbantuan AI seperti pembuatan exploded view melalui perintah bahasa alami (Manufacturing Documentation) dan penilaian dampak perubahan komponen (Design Validation). Kampanye global “SOLIDWORKS. SUPERCHARGED.” bertumpu pada tiga pilar: lebih banyak kolaborasi, kecerdasan, dan pertumbuhan.

“SWID'27 kami hadirkan agar industri bisa merasakan langsung bagaimana AI di SOLIDWORKS 2027 mempercepat rekayasa tanpa menggantikan peran engineer,” ujar Application Engineer PT Indonesia AppliCAD, Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10).

Efisiensi juga menjadi tema sesi SOLIDWORKS Simulation oleh Application Engineer AppliCAD, Rifan Suharyadi. Dengan simulasi, engineer dapat mengevaluasi kekuatan struktur, faktor keamanan, kebutuhan aktuator, hingga karakteristik aliran fluida sebelum produk dibuat mengurangi pengujian fisik berulang dan mempercepat pengambilan keputusan.

“Simulasi membantu engineer memvalidasi desain lebih awal, membandingkan beberapa alternatif, dan mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis sebelum produk dibuat,” ujar Rifan.

Dari sisi kebijakan, Ketua Tim Pengembangan IMC, Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian, Heru Widiatmoko menyoroti tantangan daya saing manufaktur dari ketergantungan impor hingga tingginya biaya pengembangan produk yang dapat dijawab melalui transformasi digital.

Melalui SWID'27, AppliCAD Indonesia mendorong pelaku industri memanfaatkan AI dan simulasi sebagai bagian dari proses rekayasa yang lebih efisien untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional.

  • ekosistem kecerdasan buatan (AI)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.