Davidovich Fokina Juara Shanghai Masters, Bangkit Dramatis Setelah Tertinggal Satu Set

Senin, 19 Okt 2026, 00:03 WIB

SHANGHAI — Alejandro Davidovich Fokina menorehkan pencapaian terbesar dalam kariernya setelah bangkit secara dramatis untuk mengalahkan petenis muda Rafael Jodar dalam laga final Shanghai Masters, Minggu (18/10). Petenis Spanyol itu menang 1-6, 7-6 (7-5), 6-4 dalam pertandingan yang menguras tenaga dan emosi.

Davidovich Fokina, yang menempati peringkat ke-26 dunia, menunjukkan daya juang luar biasa untuk membalikkan keadaan setelah kehilangan set pertama. Sebaliknya, Jodar yang berusia 20 tahun dan berada di peringkat ke-13 dunia harus mengakhiri pertandingan dengan kondisi fisik yang menurun.

Ket. Foto: Alejandro Davidovich Fokina merayakan gelar Shanghai Masters setelah mengalahkan Rafael Jodar dalam final tiga set.. — Sumber: ATP

“Saya tidak tahu harus berkata apa, saya tidak tahu apa yang saya rasakan. Rasanya seperti kelegaan yang luar biasa,” ujar Davidovich Fokina setelah memastikan gelar.

Gelar tersebut menjadi trofi pertamanya di level ATP Masters 1000 bagi petenis berusia 27 tahun itu. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di Tiongkok menjadi 10 pertandingan, setelah sebelumnya menjuarai turnamen ATP 250 di Chengdu.

Jodar memulai pertandingan dengan sangat meyakinkan. Petenis muda yang tengah menanjak itu langsung menekan lawannya dan merebut keunggulan 2-0 pada set pertama.

Dalam salah satu reli awal, Jodar bahkan menyelamatkan sebuah poin dengan menjangkau bola di atas bahunya sebelum menutupnya melalui pukulan overhead smash. Permainannya yang agresif membuat Davidovich Fokina kesulitan menemukan ritme.

Davidovich Fokina berusaha mengeksploitasi sisi backhand lawannya. Namun, Jodar tetap tenang, sementara petenis yang lebih senior itu justru melakukan sejumlah kesalahan sendiri.

Jodar kembali mematahkan servis lawannya untuk unggul 5-1. Ia kemudian menutup set pertama hanya dalam 27 menit melalui sebuah ace, sekaligus menegaskan dominasinya pada awal pertandingan.

Memasuki set kedua, Jodar kembali mendapatkan momentum setelah mematahkan servis Davidovich Fokina untuk memimpin 3-2. Namun, sang juara akhirnya menemukan jawaban.

Dalam gim berikutnya, Davidovich Fokina berjuang keras di dekat net, bahkan sampai terjatuh ke belakang saat berusaha menyelamatkan satu poin. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika ia menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Kedua petenis kemudian terlibat pertarungan sengit untuk mempertahankan servis masing-masing. Reli panjang mewarnai pertandingan, bahkan sebuah poin pada gim kesembilan harus diulang setelah sebuah bola menggelinding masuk ke lapangan.

Davidovich Fokina sempat meluapkan frustrasi, tetapi mampu menyelamatkan dua break point untuk unggul 6-5. Kesalahan pengembalian Jodar yang tersangkut di net memberinya keunggulan tersebut.

Meski demikian, Jodar tidak menyerah. Pukulan backhand kerasnya memaksakan kedudukan imbang dan membawa set kedua ke tie-break.

Dalam situasi krusial itu, Davidovich Fokina tampil lebih tenang. Ia memenangi tie-break 7-5 untuk menyamakan kedudukan sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Cedera Jodar Membuka Jalan Menuju Gelar

Momentum pertandingan berubah pada set ketiga. Davidovich Fokina langsung mematahkan servis Jodar pada gim pertama dan mulai mengendalikan permainan.

Jodar sempat membalas dengan merebut satu break, tetapi petenis berusia 27 tahun itu kembali unggul 3-2 setelah lawannya melepaskan pukulan terlalu panjang.

Masalah fisik kemudian mulai mengganggu Jodar. Saat tertinggal 3-4, ia meminta medical timeout untuk menangani masalah pada paha kanannya.

Jodar tetap berusaha bertahan dan memperpanjang pertandingan. Namun, rasa sakit kembali terlihat ketika ia berjuang pada gim kesembilan dalam posisi tertinggal. Ia kemudian membutuhkan bantuan fisioterapis untuk menangani masalah pada paha kirinya saat kedudukan menjadi 5-4 untuk Davidovich Fokina.

Melihat peluang merebut gelar semakin terbuka, Davidovich Fokina menjaga konsentrasi hingga akhir. Ia akhirnya memastikan kemenangan melalui kesempatan kedua pada championship point.

Bagi Davidovich Fokina, gelar Shanghai Masters menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Selain mengukuhkan dirinya sebagai juara di level Masters 1000, kemenangan ini juga memperpanjang tren positifnya di Tiongkok.

“Ini akan menjadi kenangan yang akan saya bawa sepanjang hidup,” kata Davidovich Fokina dalam upacara penyerahan trofi.

Ia juga memberikan penghormatan kepada lawannya yang lebih muda, yang tetap mampu memberikan perlawanan sengit meski mengalami masalah fisik.

“Usiamu baru 20 tahun, tetapi kamu punya masa depan yang cerah. Kamu akan berada di sini berkali-kali lagi,” ujarnya kepada Jodar.

Kemenangan di Shanghai bukan hanya menjadi gelar terbesar Davidovich Fokina, melainkan juga bukti ketangguhannya menghadapi tekanan. Dari tertinggal satu set hingga menuntaskan pertandingan tiga set, petenis Spanyol itu menunjukkan bahwa daya juang dan ketenangan dapat mengubah jalannya sebuah final.

  • rafael jodar
  • Shanghai Masters 2026
  • Alejandro Davidovich Fokina

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.