Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Prioritaskan Pengisian BBM Subsidi untuk Angkutan Umum

Minggu, 18 Okt 2026, 12:37 WIB

ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memprioritaskan pengisian bahan bakar minyak (BBM) Biosolar subsidi untuk angkutan umum, ambulans dan layanan publik pada siang hari setelah sebelumnya melakukan pembatasan pengisian BBM Biosolar subsidi khusus malam hari sejak pukul 19.30 WIB.

“Meski pengisian BBM Biosolar subsidi diarahkan pada malam hari, pemerintah daerah tetap memberlakukan kebijakan khusus yang bersifat fleksibel bagi moda transportasi tertentu khususnya pada siang hari di SPBU,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi, di Meulaboh, Minggu (18/10).

Ket. Foto: Bupati Aceh Barat, Tarmizi. — Sumber: ANTARA

Tarmizi mengatakan mobil angkutan umum termasuk ambulans diberikan kebebasan untuk mengisi BBM tanpa harus ikut mengantre panjang, demi menjaga kenyamanan serta tidak mengganggu penumpang lain yang mungkin sedang sakit atau membawa anak-anak.

"Tapi kepada mobil angkutan umum itu bebas, ya. Mereka tidak antre, supaya tidak mengganggu penumpang-penumpang, ada yang sakit, ada yang anak-anak," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memiliki kewenangan untuk mengatur jam pengisian BBM Biosolar subsidi pada malam hari, setelah sebelumnya banyak menerima masukan dan keluhan dari masyarakat terkait aktivitas pengisian BBM subsidi pada jam sibuk atau jam kerja.

Dengan kebijakan pengisian BBM pada malam hari ini, Pemkab Aceh Barat berharap mobilitas dan aktivitas harian masyarakat dapat kembali berjalan lancar tanpa hambatan kemacetan yang berarti.

Tarmizi mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah untuk mengatasi persoalan antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang kerap memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan.

Dia menjelaskan bahwa fenomena antrean BBM ini tidak hanya terjadi di Aceh Barat saja, melainkan menjadi isu nasional yang bahkan sempat viral di wilayah seperti Provinsi Bali.

Menurut dia, antrean kendaraan pengisi BBM pada siang hari sebelumnya telah menimbulkan masalah serius bagi mobilitas masyarakat.

Aktivitas harian seperti anak-anak yang pergi ke sekolah, kegiatan perkantoran, hingga sektor lainnya sempat mengalami kemacetan total dan sangat terganggu.

Dari berbagai masukan dan aspirasi yang diserap langsung dari masyarakat, Pemkab Aceh Barat kemudian merumuskan kebijakan baru agar pengisian BBM dialihkan ke malam hari.

"Dari dasar masukan-masukan itu, kemudian lahir kebijakan supaya antrean malam. Tapi ini memang tidak 100 persen, tapi 80 persen kami lihat itu sudah terjadi di lapangan. Banyak masyarakat yang mengucapkan terima kasih," pungkasnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.