Kemenpar Tingkatkan Daya Saing Pelaku Usaha Pariwisata Melalui 'WISH 2026
Minggu, 18 Okt 2026, 11:15 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membuka peluang perluasan akses pasar, investasi, dan kemitraan bagi pelaku usaha pariwisata melalui program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2026 yang memberikan pelatihan, pendampingan bisnis, serta kesempatan membangun jejaring usaha untuk meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, WISH merupakan program akselerasi bisnis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pariwisata, baik dari aspek pengelolaan bisnis, kualitas produk dan layanan, maupun akses terhadap pasar, permodalan, dan kemitraan strategis.
"Melalui pelatihan, pendampingan, mentoring, dan _business matching_, program ini diharapkan dapat menjembatani potensi usaha dengan peluang pengembangan bisnis yang lebih konkret," kata Rizki Handayani dalam sambutannya pada Demo Day WISH 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (16/10).
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, WISH 2026 berfokus pada pengembangan usaha pariwisata di tiga bidang unggulan, yakni gastronomi, _wellness_, dan cultural heritage atau wisata berbasis warisan budaya.
Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dari kekayaan kuliner, tradisi, budaya, dan potensi lokal Indonesia.
Setelah melalui seleksi administrasi, peningkatan kapasitas (_capacity building_) tahap I dan II, kurasi, serta pendampingan mentor, sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti Demo Day WISH 2026.
Kegiatan puncak tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempresentasikan perkembangan usaha, inovasi, keunggulan produk, serta kesiapan bisnis mereka di hadapan calon investor, mitra usaha, dan pemangku kepentingan industri pariwisata.
Rizki menjelaskan, perubahan preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan pengalaman personal dan bermakna membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menghadirkan produk wisata yang memiliki karakter serta identitas kuat.
Menurutnya, kekayaan budaya dan keunikan setiap daerah merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Experience adalah yang dicari oleh para wisatawan dalam berwisata. Dan pelaku usaha yang terkurasi ini adalah mereka yang memang sudah punya rekam jejak untuk mengembangkan perjalanan yang bisa memberikan experience. Mereka punya storytelling yang kuat sekali di daerah masing-masing," kata Rizki.
Untuk itu, Rizki berharap WISH 2026 tidak hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas, tetapi juga menghasilkan peluang bisnis yang dapat ditindaklanjuti melalui investasi, akses permodalan, perluasan pasar, dan kemitraan jangka panjang.
Keberlanjutan kolaborasi tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha pariwisata meningkatkan skala bisnis sekaligus menghadirkan produk dan layanan yang semakin kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Perluasan Akses Pasar
Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata Hanifah Makarim menjelaskan, rangkaian WISH 2026 telah berlangsung sejak pertengahan tahun dengan jumlah pendaftar mencapai 564 pelaku usaha.
Dari keseluruhan pendaftar tersebut, dilakukan proses seleksi dan kurasi secara bertahap hingga terpilih 25 peserta dari 19 provinsi untuk mengikuti Demo Day WISH 2026.
Para peserta terpilih berasal dari berbagai bidang usaha pariwisata yang menawarkan pengalaman wisata berbasis alam, budaya, sejarah, gastronomi, kebugaran, serta perjalanan tematik dengan karakteristik daerah masing-masing.
Peserta tersebut meliputi Bring Back The Light (Rumah Konservasi Kunang-Kunang), Moana Cycling Tour, Taman Sari Royal Heritage Spa, Roemah Martha Tilaar, Bali Sun Tours, Travelavina, TempeGo Experience, Omah Jenang, Wisata Sekolah, Travel Papua, YukBanyuwangi, Bros Wisata, Artha Bayu Wisata, Siak Riverland, dan Nature & Soul of Ranah Minang.
Selain itu, terdapat Neira Explorer Journey, Tilik Mburi, Balikpapan Tempo Doeloe, Langlang Lasem, Desa Wisata Asinan, Garut Walking Tour (by Zigra Wisata), Litto Jogja Resort & Resto, Jogja Explore, serta Deva Voyages.
Dalam kegiatan business matching, para peserta berkesempatan bertemu langsung dengan berbagai perusahaan, lembaga keuangan, investor, dan mitra potensial untuk menjajaki kerja sama pengembangan bisnis.
- Kemenpar
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Cegah Kebakaran Berulang di Gunung Bromo, Kemenpar Minta Pengelola TNBTS Perketat SOP
-
InJourney Pastikan 3 Bandara Siap Dukung Gelaran MotoGP Mandalika
-
Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI
-
Kabar Baik! OJK Sumut Genjot Literasi Keuangan Lewat 406 Kegiatan hingga Agustus
-
UEFA Nations League: Jadwal Padat Bukan Alasan, Tuchel Minta Pemain Inggris Tampil Habis-habisan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.