Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Patra Niaga: Penyaluran BBM di Bali jauh di Atas Rata-rata Konsumsi Normal Harian

📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 07:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina Patra Niaga: Penyaluran BBM di Bali jauh di Atas Rata-rata Konsumsi Normal Harian Doc: ANTARA
Ket. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi bahas pasokan BBM yang dikirim ke Bali lampaui konsumsi normal, Denpasar, Jumat (16/10/2026).

DENPASAR – Pertamina Patra Niaga menyatakan telah menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke Bali jauh di atas rata-rata konsumsi normal harian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dalam artian sudah melebihi kebutuhan konsumsi Bali rata-rata dengan tujuan menyerap kebutuhan yang sebelumnya tidak tersedia di SPBU," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, di Denpasar, Jumat (16/10).

Adapun konsumsi normal harian untuk produk Pertalite di seluruh wilayah Provinsi Bali sendiri biasanya hanya berkisar di angka 2,2 juta liter setiap harinya.

Namun dalam tiga hari terakhir, volume penyaluran dari terminal menuju ke SPBU tercatat sudah mencapai 3 juta liter per hari.

Ahad menyebut, angka tersebut menunjukkan adanya kelebihan penyaluran sebanyak 800.000 liter lebih tinggi dari rata-rata konsumsi normal harian masyarakat Bali.

Pasokan ekstra tersebut sengaja digelontorkan untuk mengompensasi kekurangan serta mengamankan ketersediaan energi bagi masyarakat yang sempat kesulitan memperoleh bahan bakar.

Namun anehnya, meski Pertamina memberi pasokan BBM melampaui batas normal, realitas di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih tetap mengular di berbagai SPBU.

Pertamina menyadari kondisi tersebut memicu kekhawatiran khusus terkait potensi adanya penyalahgunaan BBM oleh oknum yang memanfaatkan situasi di tengah masyarakat.

"Jadi masyarakat yang diprioritaskan memang pengguna langsung, bukan untuk diperjualbelikan kembali," ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mengawasi ketertiban pembelian agar pasokan BBM terutama subsidi benar-benar tepat sasaran.

Untuk mempercepat penyelesaian antrean BBM dan potensi pelanggaran di lapangan, Pertamina bersama Pemprov Bali telah menggelar rapat koordinasi dan memutuskan sejumlah kebijakan strategis.

Salah satunya adalah meningkatkan pasokan BBM hingga mencapai 48 juta liter yang tersimpan di terminal Sanggaran dan terminal Manggis Karangasem hingga 17 Oktober 2026.

Jumlah cadangan tersebut diklaim mampu mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat Bali hingga 14 sampai 15 hari ke depan.

Selain itu, Pertamina juga memperpanjang jam layanan operasional SPBU menjadi 24 jam penuh pada 66 titik yang tersebar di 42 lokasi di Denpasar dan 24 lokasi di Badung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.