Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset: Produk Kecantikan Premium dengan Harga Terjangkau Makin Diminati di E-Commerce

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 21:45 WIB | Oleh:

Compas.co.id menduga perbedaan tersebut berkaitan dengan harga yang ditawarkan reseller, yang dalam sejumlah kasus lebih murah dibandingkan toko resmi. Namun, data tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa harga merupakan satu-satunya faktor yang mendorong perbedaan pertumbuhan.

Kondisi berbeda terlihat pada kategori kesehatan. Brand yang berfokus pada Official Store mencatatkan pertumbuhan 15,4 persen, lebih tinggi dibandingkan brand yang mengandalkan reseller, yang tumbuh 14 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa strategi distribusi perlu disesuaikan dengan karakteristik kategori produk dan perilaku konsumennya.

Persaingan Shopee dan ShopTokopedia Semakin Ketat

Dari sisi platform, Shopee masih memimpin pasar kecantikan e-commerce dengan nilai transaksi Rp22,4 triliun atau pangsa pasar 52 persen.

ShopTokopedia menyusul dengan nilai transaksi Rp20,1 triliun dan pangsa pasar 47 persen. Dengan selisih pangsa sekitar lima poin persentase, persaingan kedua platform tersebut semakin ketat.

Besarnya transaksi di kedua platform menegaskan pentingnya e-commerce sebagai kanal penjualan bagi industri kecantikan. Bagi pelaku usaha, persaingan tidak hanya ditentukan oleh kehadiran produk di platform digital, tetapi juga kemampuan menawarkan harga kompetitif, menjaga kualitas, dan memilih kanal distribusi yang sesuai.

“Evolusi pasar digital saat ini menunjukkan bahwa konsumen semakin cerdas menuntut kualitas tinggi pada harga yang rasional. Ke depan, pemahaman tajam terhadap pergeseran perilaku dan titik harga ini akan menjadi kunci utama ketahanan sebuah brand di e-commerce,” kata Hanindia.

Riset tersebut bersumber dari laporan FMCG E-commerce Market Update Semester 1 2026 yang disusun Compas.co.id. Analisis mencakup lima kategori utama, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare.

Data dikumpulkan dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli selama Januari–Juni 2026. Laporan tersebut ditujukan bagi brand FMCG dan mitra Compas.co.id.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Mendagri Berhentikan Ade Ku...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.