PM Singapura Ancam Tuntut Perusahaan Pemicu Karhutla di Indonesia, Kabut Asap Picu Ketegangan Regional
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 17:58 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDesakan tersebut datang dari kelompok masyarakat sipil, mahasiswa, hingga sejumlah politisi. Aktivis hak asasi manusia juga meminta pemerintah mengakui skala krisis yang terjadi dan memperkuat langkah perlindungan bagi warga terdampak.
Michelle Dyonisius, aktivis Amnesty International Indonesia, menilai dampak kebakaran telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menjangkau jutaan orang, termasuk warga di negara-negara tetangga.
Sementara itu, perdebatan mengenai kabut asap turut memunculkan ketegangan di ruang publik. Kritik dari negara tetangga dibalas dengan pernyataan pejabat Indonesia yang menyoroti kontribusi hutan Indonesia terhadap lingkungan regional.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla bukan lagi semata persoalan lingkungan dalam negeri. Kabut asap telah menjadi masalah lintas batas yang menyentuh kesehatan masyarakat, kepentingan ekonomi, dan hubungan diplomatik negara-negara Asia Tenggara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ancaman langkah hukum dari Singapura kini menambah tekanan agar penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Penyelidikan yang transparan, pembuktian tanggung jawab korporasi, dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bersalah akan menjadi faktor penting dalam upaya mencegah krisis kabut asap kembali berulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!