Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Singapura Ancam Tuntut Perusahaan Pemicu Karhutla di Indonesia, Kabut Asap Picu Ketegangan Regional

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 17:58 WIB | Oleh:
PM Singapura Ancam Tuntut Perusahaan Pemicu Karhutla di Indonesia, Kabut Asap Picu Ketegangan Regional Doc: Istimewa
Ket. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Indonesia dilaporkan berbasis di Singapura dan Malaysia, sehingga penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran lahan dapat melibatkan persoalan lintas negara.

JAKARTA – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Ancaman ini muncul di tengah meluasnya kabut asap beracun yang menyelimuti sejumlah negara Asia Tenggara dan memicu ketegangan diplomatik di kawasan.

Wong mengatakan pemerintah Singapura tengah menyelidiki perusahaan-perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran tersebut. Ia juga membuka kemungkinan melakukan langkah hukum bersama negara-negara lain yang terdampak kabut asap.

“Pada saat yang sama, kami sedang menyelidiki perusahaan mana yang mungkin bertanggung jawab atas kebakaran tersebut,” kata Wong dalam unggahan Facebook pada Kamis.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Singapura sedang menjajaki kemungkinan melakukan tindakan bersama dengan negara-negara lain untuk menangani persoalan tersebut.

Pemerintah Singapura juga mulai mendistribusikan masker kepada kelompok masyarakat rentan serta berkoordinasi dengan negara-negara di kawasan untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Langkah Singapura ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki konsesi perkebunan atau kepentingan bisnis di Indonesia. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Indonesia dilaporkan berbasis di Singapura dan Malaysia, sehingga penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran lahan dapat melibatkan persoalan lintas negara.

Kabut asap yang berasal dari kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia dilaporkan menyebar hingga Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste, bahkan mencapai Filipina dan Vietnam. Kondisi ini diperburuk oleh cuaca yang lebih kering dari biasanya serta praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, termasuk untuk perkebunan kelapa sawit.

Dampaknya tidak hanya dirasakan melalui penurunan kualitas udara. Sejumlah wilayah mengalami gangguan aktivitas masyarakat, penutupan sekolah, peningkatan gangguan pernapasan, hingga kerugian ekonomi akibat polusi yang berkepanjangan.

Di Indonesia sendiri, dampak kesehatan dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan mencatat hampir 280.000 orang mengalami infeksi saluran pernapasan yang berkaitan dengan kebakaran, termasuk lebih dari 60.000 anak berusia di bawah lima tahun.

Tekanan terhadap pemerintah Indonesia juga datang dari Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebelumnya mengatakan telah menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penanganan kabut asap. Menurut Anwar, komitmen Indonesia perlu ditindaklanjuti dengan langkah segera dan efektif untuk mengatasi akar persoalan.

Sejumlah pihak di kawasan menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan dinilai menjadi bagian penting untuk mencegah bencana serupa terus berulang setiap musim kemarau.

Laporan Greenpeace yang diterbitkan bulan ini juga mengidentifikasi sejumlah bisnis berbasis di Singapura dan Malaysia yang diklaim memiliki keterkaitan dengan pembakaran lahan di Indonesia. Namun, dugaan keterlibatan masing-masing perusahaan tetap memerlukan penyelidikan dan pembuktian hukum.

Upaya menuntut pertanggungjawaban perusahaan lintas negara bukan perkara mudah. Sejumlah langkah hukum terkait kabut asap lintas batas pada tahun-tahun sebelumnya menghadapi kendala, mulai dari pembuktian keterlibatan perusahaan hingga persoalan yurisdiksi dan hubungan diplomatik antarnegara.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan menyatakan akan mengambil tindakan terhadap pelaku pembakaran. Namun, desakan agar Jakarta menetapkan status bencana nasional semakin menguat, menyusul luasnya dampak karhutla terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

PSIM Kembali Jeblok, Keok di Tangan PSM di Kandang Sendiri

13 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Kembali Jeblok, Keok d...
Daerah
Perkuat Stok BBM di Bali, P...

Waoww PSSI Mendapat Durian Jatuh Sebesar Rp391 Miliar

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Waoww PSSI Mendapat Durian ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.