Persaingan di Perempat Final Wuhan Open Memanas, Swiatek dan Svitolina Hadapi Ujian Berat

Jumat, 16 Okt 2026, 08:54 WIB

WUHAN — Persaingan menuju gelar Wuhan Open semakin sengit setelah sejumlah unggulan tersingkir pada babak-babak sebelumnya. Dari lima petenis teratas dunia yang memulai turnamen, hanya Elina Svitolina, unggulan kelima sekaligus petenis peringkat kelima dunia, yang masih bertahan di perempat final turnamen WTA 1000 tersebut.

Situasi ini mengulang persaingan di Beijing pekan lalu, ketika hanya satu petenis unggulan lima besar yang tersisa di babak perempat final. Zheng Qinwen yang tidak diunggulkan berhasil memanfaatkan situasi tersebut di Beijing. Kini, Ann Li, Maria Sakkari, Sonay Kartal, dan Jelena Ostapenko berpeluang mengikuti jejak petenis Tiongkok itu di turnamen WTA 1000 terakhir musim ini.

Ket. Foto: Iga Swiatek — Sumber: WTA

Delapan petenis akan bersaing memperebutkan empat tiket semifinal. Pertandingan perempat final menghadirkan sejumlah duel menarik, mulai dari tantangan Iga Swiatek menghadapi kejutan asal Amerika Serikat, Ann Li, hingga pertarungan Svitolina melawan Kartal yang tengah menemukan performa terbaiknya.

Ann Li Tantang Iga Swiatek

Ann Li akan menghadapi unggulan ketujuh, Iga Swiatek, dengan modal kepercayaan diri tinggi. Petenis Amerika Serikat berusia 26 tahun itu baru saja mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya setelah menyingkirkan petenis peringkat kedua dunia, Aryna Sabalenka.

Li menang melalui pertarungan tiga set yang dramatis, 3-6, 6-4, 7-6 (5). Ia harus melewati tekanan besar sebelum akhirnya memastikan kemenangan melalui kesempatan match point ke-10.

“Saya pikir pada beberapa match point itu saya hampir kehilangan kendali. Rasanya saya hampir meledak,” ujar Li seusai pertandingan.

Namun, Li mampu mengendalikan emosinya dan tetap berpegang pada strategi permainan. Ia kemudian mempertahankan momentum dengan mengalahkan Janice Tjen dalam dua set langsung pada Kamis untuk memastikan tempat di perempat final WTA 1000 pertamanya.

Swiatek memiliki pengalaman jauh lebih besar pada tahap ini. Petenis Polandia itu telah mencapai perempat final WTA 1000 sebanyak 32 kali, termasuk tujuh kali sepanjang musim ini.

Selain mengejar gelar di Wuhan, Swiatek juga masih berjuang mengamankan tempat di WTA Finals. Ia belum kehilangan satu set pun dalam dua pertandingan yang telah dijalani dan tampil solid saat mengalahkan Ashlyn Krueger pada Kamis. Swiatek bahkan mampu menyelamatkan tujuh dari delapan peluang break point lawan.

Kedua petenis baru sekali bertemu di Tur WTA, yakni di Madrid tahun ini. Saat itu, Swiatek mengundurkan diri akibat gangguan pencernaan ketika tertinggal 0-3 pada set ketiga.

Maria Sakkari Hadapi Kejutan Maja Chwalinska

Pertandingan lain mempertemukan unggulan ke-16 Maja Chwalinska dengan Maria Sakkari. Rekor pertemuan keduanya imbang 1-1, sehingga duel di Wuhan akan menjadi penentu siapa yang unggul dalam persaingan mereka.

Sakkari kembali tampil di Wuhan untuk pertama kalinya sejak 2018. Petenis Yunani itu memiliki kenangan positif di turnamen ini setelah mencapai semifinal pada 2017.

Perjalanannya menuju perempat final kali ini juga tidak mudah. Setelah melewati Donna Vekic dan petenis berusia 17 tahun Mia Pohankova dengan kemenangan dua set langsung, Sakkari membuat kejutan dengan menyingkirkan Marta Kostyuk melalui kebangkitan setelah kehilangan set pertama.

Di sisi lain, Chwalinska sedang menikmati salah satu turnamen terbaik dalam kariernya di luar pencapaian bersejarahnya di final Roland Garros.

Petenis Polandia itu bangkit setelah tertinggal 1-6 untuk mengalahkan Marie Bouzkova, sebelum menundukkan Iva Jovic 6-4, 6-1. Kemenangan atas Jovic menjadi hasil terbesar dalam kariernya berdasarkan peringkat lawan.

Chwalinska tampil lebih konsisten dalam pertandingan tersebut dan menghasilkan 16 kesalahan sendiri lebih sedikit daripada lawannya.

Sakkari memenangi pertemuan pertama mereka di Roma tahun lalu setelah tertinggal satu set. Namun, Chwalinska membalasnya di Roland Garros tahun ini dengan kemenangan 1-6, 6-3, 6-2.

“Saya ingat pertandingan itu sangat berat. Kondisi fisik saya saat itu cukup kesulitan karena cuaca sangat panas, sementara Maria bermain luar biasa pada set pertama. Saya nyaris tidak memiliki peluang,” kata Chwalinska kepada wartawan di Wuhan.

“Saya memperkirakan pertandingan kali ini juga akan sangat sulit.”

Svitolina Waspadai Kebangkitan Sonay Kartal

Elina Svitolina akan menghadapi Sonay Kartal dalam pertandingan yang berpotensi berlangsung ketat. Svitolina unggul 2-0 dalam rekor pertemuan mereka, tetapi performa Kartal belakangan ini membuat unggulan kelima tersebut perlu waspada.

Svitolina kembali menembus perempat final Wuhan untuk pertama kalinya sejak 2019. Ia mengamankan tempat di delapan besar setelah mengalahkan Liudmila Samsonova dan petenis wildcard tuan rumah, Guo Hanyu.

Meski menang 6-1, 6-4 atas Guo, penampilan Svitolina belum sepenuhnya meyakinkan. Ia hanya memasukkan kurang dari 50 persen servis pertamanya dan membuat 32 kesalahan sendiri. Namun, kemampuannya menciptakan 16 peluang break point, dengan tujuh di antaranya berhasil dikonversi, menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.

Svitolina juga tengah memburu tempat di WTA Finals, sehingga setiap kemenangan di Wuhan memiliki arti penting bagi peluangnya menutup musim dengan hasil maksimal.

Kartal, sebaliknya, tampil sangat meyakinkan saat menghadapi Jasmine Paolini pada babak ketiga. Petenis Inggris itu menang telak 6-2, 6-0 hanya dalam 67 menit.

Kartal menghasilkan 14 winner dengan hanya delapan kesalahan sendiri. Ia bahkan memenangi 11 gim terakhir secara beruntun dalam pertandingan tersebut.

Yang membuat performanya semakin mengesankan, Wuhan baru menjadi turnamen ketiganya setelah absen enam bulan akibat cedera. Kartal juga telah menyingkirkan unggulan kesembilan Belinda Bencic dan belum kehilangan satu set pun dalam tiga pertandingan.

Pertemuan terakhir kedua pemain berlangsung pada awal tahun di Auckland. Svitolina menang tipis 6-4, 6-7 (2), 7-6 (5) dalam duel tiga set yang berlangsung ketat.

Jelena Ostapenko Hadapi Diana Shnaider

Duel perempat final lainnya mempertemukan unggulan ke-11 Diana Shnaider dengan Jelena Ostapenko. Keduanya belum pernah bertemu sebelumnya di level profesional, sehingga pertandingan ini akan menjadi pertemuan pertama mereka.

Shnaider datang ke Wuhan tanpa ekspektasi tinggi. Dalam dua penampilan sebelumnya di turnamen ini, ia selalu tersingkir pada babak pertama. Kondisinya juga tidak ideal setelah tampil di semifinal ganda di Beijing sebelum bertolak ke Wuhan.

“Ketika tiba di sini, secara mental saya sudah sangat lelah dan sama sekali tidak berharap bisa tampil bagus,” kata Shnaider.

Namun, petenis Russia itu justru tampil impresif. Ia memenangi ketiga pertandingan di Wuhan dalam dua set langsung. Pada babak ketiga, Shnaider menyingkirkan unggulan keenam Karolina Muchova dengan skor 7-5, 6-3.

Ostapenko menghadapi perjalanan yang lebih berat. Setelah hanya kehilangan dua gim saat mengalahkan Daria Kasatkina pada babak pertama, petenis Latvia itu harus bekerja keras menghadapi unggulan kedua Jessica Pegula.

Ostapenko kalah 2-6 pada set pertama, tetapi berhasil menyelamatkan tiga match point dalam tie-break set kedua sebelum menang 2-6, 7-6 (7), 6-3.

Ia kembali menjalani pertandingan tiga set pada Kamis saat mengalahkan Leylah Fernandez 6-1, 1-6, 6-4.

Pengalaman Ostapenko menjadi modal penting dalam menghadapi Shnaider. Ia pernah mencapai semifinal Wuhan pada 2017 dan kini berpeluang kembali melangkah jauh di turnamen tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.