Konektivitas dan Jaringan Internet Kuat Bantu Pelaku UMKM Tekan Biaya Pemasaran
Jumat, 16 Okt 2026, 05:36 WIBMANADO - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menilai jaringan internet yang kuat dan stabil mampu membantu efisiensi biaya pemasaran produk.
âDengan dukungan konektivitas digital yang semakin baik, pelaku usaha dapat mempromosikan produk secara lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membuka cabang toko fisik maupun memasang iklan konvensional,â kata Pelaku UMKM Ansye Lucas, di Manado, Kamis (15/10).
Menurut Ansye yang memiliki usaha âBriliant Abon Cakalang Pedasâ di Manado, mengatakan pemanfaatan internet menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar di tengah perkembangan ekonomi digital.
Melalui media sosial, platform perdagangan elektronik dan berbagai saluran pemasaran daring, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk kepada konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan berpeluang menjangkau pasar internasional.
Dari sisi biaya, pemasaran melalui internet dinilai lebih fleksibel karena pelaku UMKM dapat menyesuaikan strategi promosi dengan kemampuan anggaran masing-masing.
Mereka bisa membuat konten produk, mengunggah foto dan video, serta menawarkan produk melalui platform digital tanpa harus mengeluarkan biaya besar seperti yang diperlukan dalam pemasaran konvensional.
Selain menghemat biaya promosi, jaringan internet yang kuat juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan memperluas skala usaha. Dengan jangkauan konsumen yang lebih besar, peluang terjadinya transaksi semakin terbuka.
Kondisi ini memungkinkan UMKM meningkatkan omzet penjualan, katanya, dan memperluas distribusi produk, serta mengembangkan usaha sesuai permintaan pasar.

Pelaku UMKM asal Bitung Nyonya Inna saat memperkenalkan produk Pasreng Tuna, di Manado, Kamis (15/10). Antara/Nancy Tigauw
Pelaku UMKM asal Bitung Nyonya Inna mengatakan internet juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumen.
Ia mengatakan melalui kolom komentar, pesan instan, dan ulasan pelanggan di medsos, pelaku usaha dapat menerima masukan secara cepat mengenai kualitas produk, harga, kemasan, maupun pelayanan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
Umpan balik dari konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan produk UMKM. Dengan memahami kebutuhan dan preferensi pasar, pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian agar produk yang ditawarkan semakin kompetitif.
âInteraksi yang responsif juga dapat membangun kepercayaan pelanggan dan mendorong pembelian berulang,â katanya.
Meski demikian, kata dia, pemanfaatan internet perlu diimbangi dengan kemampuan digital, pengelolaan usaha yang baik, serta konsistensi dalam menjaga kualitas produk.
Pelaku UMKM juga perlu memilih platform pemasaran yang sesuai dengan target konsumen dan memanfaatkan data penjualan untuk menentukan strategi promosi yang lebih efektif.
Ia menjelaskan bahwa penguatan jaringan internet menjadi salah satu faktor pendukung penting bagi pertumbuhan UMKM di era digital. Dengan konektivitas yang cepat, stabil, dan terjangkau, pelaku usaha diharapkan mampu menekan biaya pemasaran, memperluas jangkauan konsumen, meningkatkan pendapatan, serta mendorong produk lokal agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kadis Koperasi dan UKM Sulut Grace Komaling mengatakan selain memperluas jangkauan pasar, pemanfaatan internet juga membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk.
Melalui promosi digital yang kreatif, pelaku usaha dapat memperkenalkan keunikan produk lokal Sulawesi Utara kepada masyarakat luas, termasuk calon pembeli dari luar negeri.
Hal ini, katanya, menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke pasar global. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.