Imbas Kemarau Ekstrem, Harga Sayur di Banjarmasin Meledak 4 Kali Lipat
Jumat, 16 Okt 2026, 02:35 WIBBANJARMASIN -Â Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin menerjunkan tim untuk memantau lonjakan harga sayur-mayur yang meroket hingga empat kali lipat di sejumlah pasar tradisional dan toko modern.Â
Monitoring dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar bersama personel gabungan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banjarmasin, Kamis (15/10), bertujuan memastikan keterjangkauan harga, kelancaran pasokan, hingga meninjau keberadaan produk UMKM lokal.
Dari hasil temuan di lapangan, diungkapkan Sekdakot Ichrom Muftezar, terpantau komoditas sayur-mayur mengalami lonjakan harga yang cukup tajam.
"Memang ada komoditas pangan yang harganya turun, tapi ada juga yang naik. Khusus sayuran, kenaikannya cukup tajam, bahkan ada yang sampai 3 hingga 4 kali lipat seperti terong, kacang panjang, dan sawi hijau," ungkap Ichrom Muftezar.
Menurut dia, akar masalah melambungnya harga tersebut dipicu oleh dua faktor utama yakni musim kemarau serta gangguan jalur distribusi.
"Pasokan sayur kita kan gabungan, ada yang lokal dan ada yang dikirim dari Pulau Jawa. Untuk pasokan lokal terkendala dampak kemarau dan karhutla, sementara pengiriman dari luar daerah juga menghadapi beberapa hambatan teknis di perjalanan," terangnya.
Di sisi lain, harga bawang merah dipastikan relatif stabil.
"Di Pasar Antasari, bawang merah utuh dibanderol sekitar Rp28 ribu per kg, sedangkan yang sudah dikupas berkisar Rp30 ribu - Rp31 ribu per kg. Sementara di Pasar Lima, harganya relatif normal di kisaran Rp22 ribu per kg," bebernya lagi.
Adapun untuk komoditas daging ayam ras mengalami kenaikan harga di kisaran Rp28-Rp30 ribu per kilogramnya.
Selain harga pangan, jajaran TPID dan BPOM juga mewanti-wanti warga saat berbelanja produk olahan makanan di toko modern. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan sebisa mungkin menghindari membeli kemasan kaleng yang rusak, penyok, atau berkarat guna mengantisipasi cemaran bakteri yang berbahaya bagi tubuh.
Di sisi lain, Sekdakot juga menyoroti aspek kebersihan dan ketertiban pasar tradisional.
Dia meminta pihak pengelola Pasar Sentra Antasari terus mengedukasi para pedagang agar lebih peduli terhadap lingkungan.
"Aturan yang dibuat pengelola pasar itu bukan untuk membatasi rezeki pedagang, tapi demi menata pasar agar lebih bersih, rapi, dan nyaman. Kalau pasarnya nyaman, pembeli makin ramai, pedagang juga yang untung. Tanpa ketertiban, pasar terbesar kebanggaan kita ini bisa kacau," demikian katanya.
- pemkot banjarmasin
- harga sayur banjarmasin
- tpid banjarmasin
- dampak kemarau banjarmasin
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Belum Pernah Terjadi, AS Rancang Sanksi Ekonomi Paling Keras terhadap Iran
-
614 Pedagang Kramat Jati Ditata, Pemprov DKI Siapkan Relokasi hingga Koperasi
-
Jelang Indonesia vs Bangladesh, Herdman Minta Garuda Beri Penghormatan untuk Korban Kanjuruhan
-
Dinkes P2KB Gorontalo Memperluas Layanan HIV/AIDS dan PIMS
-
Lantik Pejabat Baru, LPS Perkuat Organisasi melalui Sistem Meritokrasi yang Independen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.