- Home
-
- Luar Negeri
-
- Houthi Serang Istana Kepre...
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang
Jumat, 16 Okt 2026, 06:00 WIBAden â Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal mematikan pada Kamis (15/10) ke istana kepresidenan di Aden, ibu kota sementara pemerintah Yaman, ketika Arab Saudi menuding Iran sebagai pihak yang mendorong eskalasi dramatis dalam perang berkepanjangan tersebut.
Serangan itu menghantam pusat-pusat komando yang berada di dalam kompleks istana kepresidenan yang digunakan oleh pasukan pemerintah Yaman dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung mereka, kata seorang menteri Yaman dengan syarat anonim.
Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung Riyadh belakangan ini terus menghadapi serangan Houthi. Perkembangan tersebut mengalihkan perhatian dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas, yang pecah setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Februari.
Kelompok Houthi yang didukung Iran dalam beberapa pekan terakhir telah merebut wilayah yang luas di sepanjang pesisir Laut Merah di Yaman. Namun, serangan balasan pasukan pemerintah yang didukung serangan udara Arab Saudi sejauh ini belum berhasil membalikkan keadaan.
Sumber militer pemerintah Yaman mengatakan sedikitnya empat orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan pada Kamis terhadap Istana Al-Maashiq di Aden, wilayah selatan negara yang terpecah akibat konflik tersebut.
Seorang jurnalis AFP melihat asap membubung, sementara warga kota melaporkan mendengar ledakan selama serangan berlangsung. Serangan itu menjadi yang pertama terhadap kompleks tersebut sejak perang saudara Yaman kembali berkobar pada Juli.
Seorang menteri pemerintah mengatakan dengan syarat anonim bahwa Perdana Menteri Shaya al-Zindani berada di lokasi saat serangan terjadi, tetapi âsama sekali tidak mengalami cederaâ.
Menteri tersebut mengatakan Houthi menghantam pusat komando pasukan pemerintah Yaman dengan tiga rudal dan pusat komando pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di kompleks itu dengan dua rudal lainnya. Ia menambahkan bahwa terdapat korban dari pihak Yaman dan Arab Saudi, tetapi tidak merinci jumlahnya.
Media yang berafiliasi dengan Houthi menyatakan kelompok tersebut menargetkan âmarkas operasi militer yang dipimpin oleh perwira Arab Saudi di Istana Al-Maashiq di Aden, serta gudang senjata milik merekaâ.
Perang saudara Yaman, yang melibatkan koalisi militer pimpinan Arab Saudi untuk mendukung pemerintah sejak 2015, kembali berkobar setelah gencatan senjata yang berlangsung selama bertahun-tahun runtuh. Houthi kemudian melancarkan serangan kilat pada September.
Pada Kamis, Riyadh menuduh Iran mendorong eskalasi tersebut dengan terus mempersenjatai dan melatih kelompok Houthi.
Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk Diplomasi Publik mengatakan Riyadh masih menjalin komunikasi dengan Iran, tetapi Teheran tampaknya belum siap memberikan konsesi.
âKami menilai eskalasi yang dilakukan Houthi pada tahap terbaru konflik ini didorong oleh Iran,â kata Dr. Rayed Krimly.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan drone yang diluncurkan Houthi ke wilayah selatan kerajaan dan Kota Khamis Mushait berhasil dicegat.
Pasukan pemerintah Yaman mengatakan Houthi juga telah menembakkan âsejumlah rudal balistikâ ke Kota Marib di wilayah tengah, yang berada di kawasan strategis kaya minyak.
Pertemuan di Oman Ditolak
Pada 2023, dua rival regional, Iran dan Arab Saudi, mencapai kesepakatan yang dimediasi Tiongkok untuk mencairkan hubungan diplomatik yang telah lama membeku. Namun, kekerasan terbaru berpotensi mengguncang kesepahaman tersebut.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi itu kemudian menuduh Houthi menolak untuk bertemu ketika pertempuran antara kedua pihak semakin meningkat.
âPada awal eskalasi ini, kami meminta mereka bertemu di Muscat, Oman, tetapi mereka menolak,â katanya.
Kementerian tersebut kemudian menyatakan bahwa pertukaran pesan itu berlangsung pada Juli.
Arab Saudi mengalami serangan paling mematikan dalam lebih dari satu dekade pada Sabtu, ketika sebuah serangan terhadap bandara internasional di Riyadh menewaskan 13 orang dan melukai sekitar 300 lainnya.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi mengatakan kelompok tersebut telah menyerang bandara Riyadh sebanyak 20 kali sepanjang bulan ini.
Juru bicara koalisi Turki Al-Malki mengatakan, âHouthi harus segera menghentikan seluruh operasi teroris yang menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil, termasuk bandara, pelabuhan, fasilitas minyak, dan infrastruktur.â
Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut telah âberupaya memperoleh teknologi canggih dengan bantuan aktor-aktor regionalâ. Menurutnya, Houthi kini memiliki ârudal balistik, drone serang dan drone bunuh diri, serta kapal cepat yang dilengkapi bahan peledakâ.
Serangan terhadap Arab Saudi telah menguji ketahanan infrastruktur dan kemampuan negara itu menghadapi krisis, sebagaimana diakui Menteri Energi Arab Saudi awal pekan ini.
Riyadh biasanya menjadi tuan rumah berbagai agenda besar pada periode ini setiap tahun, termasuk konferensi investasi andalannya yang menghadirkan para pemimpin asing dan tokoh bisnis terkemuka.
Di Yaman, konflik tersebut telah memicu apa yang disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, yang menyebabkan sebagian besar penduduk negara itu bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja
-
Film Komedi Cidro Asmoro Diramaikan Ndarboy dan Happy Asmara
-
Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal Jelang Lawan Denmark, Ada Apa?
-
Jakarta Diprediksi Hujan pada Kamis Ini, BMKG Ungkap Waktu yang Perlu Diwaspadai
-
Blue Fire Papandayan, Bahaya Gas Beracun Tapi Bisa Jadi Wisata Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.