Chwalinska Ukir Kemenangan Terbesar dalam Karier, Tembus Perempat Final Wuhan Open

Jumat, 16 Okt 2026, 00:05 WIB

WUHAN, TIONGKOK — Petenis Polandia Maja Chwalinska mengukir kemenangan terbesar dalam kariernya berdasarkan peringkat lawan setelah menyingkirkan petenis peringkat ke-11 dunia, Iva Jovic, dua set langsung 6-4, 6-1, Kamis (15/10). Hasil tersebut mengantarkannya ke perempat final Wuhan Open.

Chwalinska, finalis Prancis Open yang menjadi unggulan ke-16, tampil solid ketika menghadapi Jovic, salah satu bintang muda yang mencuri perhatian sepanjang musim ini. Ia merebut momentum pada gim kesembilan set pertama melalui sebuah break krusial sebelum menuntaskan set pembuka dengan skor 6-4.

Ket. Foto: Maja Chwalinska. — Sumber: WTA

Memasuki set kedua, petenis Polandia itu semakin dominan. Setelah kedua pemain sama-sama mempertahankan servis pada awal set, Chwalinska melesat dengan memenangi lima gim secara beruntun untuk memastikan kemenangan dalam waktu 1 jam 49 menit.

Konsistensi menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Chwalinska membukukan 17 pukulan winner dengan 15 kesalahan sendiri. Sebaliknya, Jovic menghasilkan 23 winner, tetapi juga melakukan 31 kesalahan sendiri yang membuatnya kesulitan mengimbangi permainan lawan.

“Saya pikir ini pertandingan yang cukup solid dari sisi saya. Iva adalah pemain yang luar biasa. Saya tahu harus memainkan permainan terbaik untuk bisa menang hari ini,” ujar Chwalinska.

Ia mengakui duel tersebut berlangsung jauh lebih berat daripada yang mungkin tergambar dari skor akhir.

“Kami menjalani banyak reli yang sangat menantang. Pertandingan ini juga sangat menguras fisik, meskipun skor mungkin tidak sepenuhnya menggambarkannya. Ini benar-benar pertandingan yang sulit. Saya sangat senang dengan penampilan saya,” ujarnya.

Keberhasilan mencapai delapan besar di Wuhan menjadi pencapaian penting lainnya bagi Chwalinska dalam musim paling suksesnya di WTA Tour sejauh ini.

Petenis Polandia tersebut mengaku sangat bersyukur atas perkembangan kariernya. Ia membandingkan posisinya saat ini dengan situasi pada akhir musim lalu, ketika persiapannya lebih berfokus pada rangkaian turnamen lapangan tanah liat di Amerika Selatan.

“Tahun ini benar-benar luar biasa bagi saya. Tahun yang tidak akan terlupakan. Tahun lalu, posisi saya tentu berbeda. Saat itu, saya mungkin sedang bersiap mengikuti turnamen lapangan tanah liat di Amerika Selatan pada akhir musim. Sekarang, saya berada di sini. Saya sangat bahagia dan bersyukur,” kata Chwalinska.

Ia juga menceritakan percakapannya dengan fisioterapis yang turut mendampinginya di Wuhan. Fisioterapis tersebut juga bekerja bersama tim Piala Billie Jean King Polandia.

Chwalinska mengenang percakapan mereka pada April lalu, ketika peringkatnya masih berada di sekitar posisi ke-120 dunia. Saat itu, ia merasa belum mampu memenuhi potensi terbaiknya dan mulai khawatir dengan perjalanan kariernya.

Kini, situasinya berubah drastis. Chwalinska semakin dekat dengan jajaran 20 petenis terbaik dunia.

“Saya merasa belum memenuhi potensi saya dan mulai merasa semakin tua. Sekarang, dia berada di sini bersama saya, dan saya kemungkinan akan masuk 20 besar dunia. Ini benar-benar momen yang patut saya hargai,” tuturnya.

Chwalinska selanjutnya akan menghadapi petenis Yunani, Maria Sakkari, pada babak perempat final. Sakkari melangkah ke delapan besar setelah mengalahkan petenis wild card Mia Pohankova dengan skor 6-1, 6-4 pada pertandingan putaran ketiga, Kamis.

Kedua pemain telah dua kali bertemu di level profesional, dengan rekor pertemuan imbang 1-1. Sakkari memenangi pertemuan pertama mereka di babak kualifikasi turnamen Roma tahun lalu melalui pertarungan tiga set.

Namun, Chwalinska membalas kekalahan tersebut ketika keduanya bertemu pada putaran ketiga French Open tahun ini. Ia menang dalam pertandingan tiga set yang berlangsung sengit.

Mengenang duel di Paris, Chwalinska mengakui kondisi fisiknya sempat menjadi kendala. Cuaca panas dan permainan agresif Sakkari membuatnya kesulitan, terutama pada set pertama.

“Itu pertandingan yang sangat sulit. Saya ingat kondisi fisik saya bermasalah. Cuacanya sangat panas dan Maria bermain luar biasa pada set pertama. Saya bahkan merasa tidak memiliki banyak peluang,” ujarnya.

Menghadapi pertemuan berikutnya, Chwalinska memperkirakan pertandingan kembali berlangsung ketat. Ia menyadari bahwa kemenangan sebelumnya tidak menjamin hasil serupa di Wuhan.

“Saya memperkirakan pertandingan yang sangat sulit lagi. Saya tahu mungkin terus mengulang perkataan yang sama, tetapi memang begitulah tenis. Anda harus selalu siap memberikan yang terbaik. Jadi, saya benar-benar mengantisipasi pertarungan yang berat,” kata Chwalinska.

  • Iva Jovic
  • Wuhan Open 2026
  • Maja Chwalinska

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.