Bursa RI Anjlok Terparah sejak Tahun 1998, MSCI Ancam Cabut Status Pasar Berkembang
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 16:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSituasi ini menambah tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia setelah lembaga pemeringkat Moody's dan Fitch sebelumnya mengubah prospek peringkat utang pemerintah menjadi negatif. Kedua lembaga tersebut menyoroti persoalan kredibilitas kebijakan sebagai salah satu faktor yang menjadi perhatian investor.
Di tengah tekanan terhadap Indonesia, pergerakan bursa Asia menunjukkan kondisi yang beragam. Saham Korea Selatan mulai pulih dari posisi penutupan terendah dalam enam bulan, tetapi masih berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar dalam 18 tahun akibat aksi jual yang dipicu kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).
Saham Taiwan juga sedikit menguat setelah terkoreksi lebih dari 3 persen pada perdagangan sebelumnya. Indeks MSCI untuk saham-saham negara berkembang di Asia naik sekitar 1 persen, meskipun masih menuju pekan terburuk sejak pecahnya perang di Timur Tengah.
Di kawasan Asia Tenggara, bursa Singapura naik 0,5 persen dan Filipina menguat lebih dari 2 persen. Sebaliknya, saham Malaysia turun 0,7 persen, sedangkan perdagangan saham Thailand libur.
Bagi Indonesia, ancaman MSCI kini menjadi ujian penting bagi kredibilitas pasar modal nasional. Tanpa perbaikan nyata dalam transparansi, keterbukaan kepemilikan saham, pengawasan transaksi, dan kepastian penegakan aturan, tekanan terhadap kepercayaan investor berisiko berlanjut dan memperbesar potensi keluarnya modal asing dari pasar keuangan domestik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!