BPBD Probolinggo Tetap Pantauan Karhutla Bromo Usai Wafatnya Manggal Agni

Jumat, 16 Okt 2026, 22:19 WIB

Probolinggo, Jawa Timur, 16/10 (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur tetap melakukan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Bromo usai insiden meninggalnya empat orang saat melakukan pemadaman kebakaran pada Kamis (15/10) sore.

"Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo tetap melakukan pemantauan karhutla Bromo di wilayah Gunung Ringgit dan Pusung Lingker di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura," kata Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief saat dihubungi per telepon, Jumat.

Ket. Foto: Petugas gabungan melakukan pemantauan karhutla Bromo dari jarak aman di Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/10). — Sumber: ANTARA/HO-BPBD Probolinggo

Menurut dia, petugas tetap menjalankan tugas untuk melakukan pemantauan karhutla dengan jarak yang aman dan tidak melakukan pemadaman secara manual karena lokasinya berada di lereng tebing.

"Kebakaran terjadi di Gunung Ringgit masuk wilayah Desa Ngadas berbatasan dengan Desa Wonokerto, sedangkan untuk titik api di Pusung Lingker di Desa Ngadirejo menyala lagi, padahal sempat padam pada pagi hari dan kembali menyala karena tertiup angin kencang," tuturnya.

Ia mengatakan vegetasi yang terbakar yakni ilalang, kaliandra, rumput kering, akasia, dan cemara gunung. Kondisi rerumputan yang kering dan angin kencang menjadi faktor meluasnya kebakaran di Gunung Bromo.

"Kendala yang dihadapi petugas di lapangan yakni titik api tidak bisa dipadamkan secara manual karena medan terjal dan sulit dijangkau. Prioritas keselamatan petugas menjadi yang utama dalam penanganan karhutla," katanya.

Insiden terjebaknya enam petugas dan relawan saat memadamkan karhutla di Bromo hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia dan dua orang lainnya harus dirawat intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pemadaman karhutla merupakan operasi berisiko tinggi, sehingga keselamatan petugas dan relawan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

  • kebakaran bromo

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.