Benda Bersejarah Ditemukan Selama Konstruksi, Proyek MRT Jakarta Tetap Lanjut

Jumat, 16 Okt 2026, 09:35 WIB

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan penemuan arkeologi selama pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tidak mengganggu target penyelesaian proyek karena proses penyerahan temuan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan konstruksi di lapangan.

“Jadi, memang penyerahan temuan arkeologi itu kita sesuaikan juga dengan urutan progres pekerjaan di lapangan,” kata Project Management for Construction 2 MRT Jakarta Indra Gunawan usai penyerahan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun Jakarta-Kota, Jakarta, Kamis (15/10).

Ket. Foto: Arsip - Wapres RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat (kiri) meninjau proyek pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota di Jakarta, Selasa (12/5/2026). — Sumber: BKIP Kemenhub

Indra mengatakan penyerahan temuan arkeologi dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pekerjaan. Hingga saat ini jadwal pembangunan masih sejalan dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, MRT Jakarta melibatkan tim ahli arkeologi untuk mengidentifikasi dan menangani benda-benda bersejarah yang ditemukan selama konstruksi, terutama di kawasan Jakarta Kota yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A Junus Satria Atmodjo mengatakan kerja sama tersebut memungkinkan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan upaya pelestarian sejarah.

Ia mencontohkan temuan struktur bagian bawah Benteng Batavia yang mendorong perubahan desain proyek untuk melindungi bagian bersejarah tersebut.

“Contoh yang tadi saya sampaikan itu ketika ditemukan struktur bagian bawah dari Benteng Batavia yang lainnya sudah rusak, kemudian MRT mengubah desainnya. Itu mahal dan susah, tetapi itu dilakukan. Kenapa? Karena MRT menghormati sejarah Jakarta,” kata Junus.

Menurut dia, kolaborasi antara pengelola proyek, arkeolog, dan pemerintah daerah diperlukan agar pembangunan kota tetap memperhatikan keberadaan warisan budaya.

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A merupakan proyek jalur bawah tanah yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota. Proyek tersebut dibagi menjadi dua segmen, yakni segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.

Berdasarkan data per 25 September 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 65,10 persen, melampaui target awal sebesar 63,04 persen.

Proyek tersebut dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman dalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

  • Proyek MRT Jakarta

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.