Setu Babakan Kemungkinan Bakal Ada Tarif Retribusi

Kamis, 15 Okt 2026, 16:00 WIB

JAKARTA -- Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan, mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif retribusi seiring rencana penataan dan pengembangan kawasan wisata tersebut.

"Nanti kita lihat dulu, perlu kita kaji lebih lanjut," kata Kepala UPK Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Debby Novita Andriani dalam penataan kawasan UPK PBB Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis.

Ket. Foto: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/10). — Sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Dia mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan dan masih memerlukan kajian lebih lanjut terkait kemungkinan kenaikan tarif setelah penataan kawasan tersebut. 

Hingga saat ini, dipastikan tidak ada tarif khusus untuk masuk ke kawasan wisata Setu Babakan. Namun, pengunjung yang membawa kendaraan dapat dikenakan retribusi resmi, sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk selama ini, sejauh ini, kita memang tidak ada tarif masuk. Tapi, kalau misalnya mungkin yang di depan teman-teman lihat ada retribusi, itu resmi bekerja sama dengan rekan-rekan Dishub (Dinas Perhubungan). Untuk retribusi masuknya itu per karcisnya Rp2.000, dan itu resmi," ujar Debby.

Dia menjelaskan pengembangan Setu Babakan tetap mempertahankan konsep naturalisasi danau dengan fungsi utama sebagai destinasi pariwisata dan sarana edukasi kebudayaan Betawi.

Selain pengembangan kawasan wisata, penataan juga mencakup pembenahan fasilitas fisik yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perencanaan dan ketersediaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Menurut dia, penataan kawasan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

"Untuk target selesainya, kita to be continued tiap tahunnya, karena penataan ini menggunakan perencanaan dan anggaran APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Jadi, nanti kita melihat perkembangan di lapangannya," tutur Debby.

Dia menyebutkan rencana pelaksanaan kegiatan fisik dan penataan kawasan tersebut untuk tahap selanjutnya telah disiapkan.

Melalui penataan itu, UPK Setu Babakan berupaya mempertahankan karakter kawasan sebagai destinasi wisata sekaligus ruang edukasi dan pelestarian kebudayaan Betawi.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan UPK PBB Setu Babakan, Jagakarsa, untuk mengembalikan fungsinya sebagai sentra wisata budaya dan kuliner Betawi.

Secara keseluruhan, terdapat total 224 pedagang yang terdata, dan sebagian besar telah membongkar kios serta memindahkan barang-barang mereka, baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas. 

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.