Maria Sakkari Kenang Terobosan di Wuhan, Sembilan Tahun Berlalu Seperti Seabad

Kamis, 15 Okt 2026, 00:12 WIB

WUHAN – Kembali ke Wuhan selalu menghadirkan kenangan istimewa bagi Maria Sakkari. Kota di Tiongkok itu menjadi saksi salah satu titik balik terpenting dalam perjalanan karier petenis Yunani tersebut, ketika dia mulai menembus jajaran elite tenis dunia pada tahun 2017.

Sembilan tahun lalu, Sakkari datang ke Wuhan sebagai petenis kualifikasi yang menempati peringkat ke-80 dunia. Di luar dugaan, ia mampu menyingkirkan sejumlah nama besar, termasuk Caroline Wozniacki, Elena Vesnina, dan Alize Cornet, sebelum langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari Caroline Garcia.

Ket. Foto: Maria Sakkari. — Sumber: WTA

Perjalanan impresif itu mengantarkan Sakkari untuk pertama kalinya menembus 50 besar peringkat dunia. Kini, saat kembali tampil dalam Dongfeng Voyah Wuhan Open 2026, kenangan tersebut masih membekas kuat dalam ingatannya.

“Di sanalah saya pertama kali menembus 50 besar dunia,” kata Sakkari, Rabu (14/10). “Tempat ini memiliki tempat istimewa di hati saya karena saya meraih kemenangan-kemenangan besar pertama melawan Wozniacki, Vesnina, dan Cornet. Saat itu, saya berhasil mengalahkan beberapa nama besar secara beruntun.”

Sakkari mengakui, perjalanan sembilan tahun tersebut terasa begitu panjang. Pengalaman dan kedewasaan yang diperolehnya selama hampir satu dekade membuat dirinya kini memiliki perspektif berbeda dalam menghadapi persaingan di lapangan.

“Rasanya seperti sudah berlalu satu abad. Terkadang, ketika melihat foto-foto lama, saya merasa masih sangat muda sekarang. Namun, saat itu saya bahkan jauh lebih muda,” ujarnya.

“Sekarang, tentu saja, saya memiliki lebih banyak pengalaman dan kedewasaan. Dulu, saya bermain dengan sedikit rasa takut dan tidak terlalu banyak memikirkan berbagai hal. Semakin dewasa, semakin banyak hal yang kita pikirkan.”

Meski waktu terus berjalan, Sakkari menegaskan dirinya masih mampu menampilkan tenis berkualitas.

“Sudah hampir 10 tahun sejak perjalanan itu, dan saya masih mampu menghasilkan permainan yang sangat bagus,” katanya.

Sakkari baru kembali memainkan nomor tunggal di Wuhan pada 2026 setelah terakhir kali tampil pada 2018. Tahun lalu, ia sempat kembali ke turnamen tersebut untuk bermain di nomor ganda.

Kembalinya Sakkari ke nomor tunggal langsung menghasilkan pencapaian positif. Pada Selasa, ia menaklukkan unggulan kedelapan asal Ukraina, Marta Kostyuk, dengan skor 4-6, 6-2, 6-2.

Kemenangan melalui tiga set itu menjadikan Sakkari sebagai petenis pertama yang memastikan tempat di babak ketiga Wuhan Open 2026.

Sebelumnya, ia mengawali turnamen dengan mengalahkan Donna Vekic dalam dua set langsung. Pada hari Kamis, Sakkari dijadwalkan menghadapi petenis penerima wildcard, Mia Pohankova, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Jika kembali menang, Sakkari akan mencapai perempat final turnamen level WTA 1000 untuk pertama kalinya sejak Doha pada Februari. Ia juga berpeluang mengakhiri penantian menuju perempat final turnamen secara keseluruhan sejak tampil di Athena pada musim panas tahun ini.

Sakkari mengakui Kostyuk merupakan lawan yang tangguh, terutama setelah penampilan apik petenis Ukraina itu sepanjang musim.

“Marta bermain sangat luar biasa tahun ini. Karena itu, saya tahu sejak awal bahwa saya harus menampilkan permainan dengan level yang sangat bagus,” kata Sakkari.

Ia juga menyinggung kekalahannya dari Elina Svitolina pada pekan sebelumnya di Beijing. Menurut Sakkari, permainan yang ditunjukkannya saat itu sebenarnya cukup baik, tetapi ia gagal memanfaatkan peluang penting.

“Pekan lalu melawan Svitolina, saya merasa bermain cukup baik. Saya hanya kurang berani memanfaatkan peluang-peluang break point,” ujarnya.

Kini, Sakkari berusaha mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut dan memperbaiki pendekatannya ketika menghadapi momen-momen krusial.

“Yang saya pikirkan sekarang adalah kesempatan untuk mencoba melakukan sesuatu yang berbeda dibandingkan pekan lalu. Fondasi permainan saya sudah ada. Saya hanya perlu sedikit lebih berani pada momen-momen penting,” tuturnya.

Sakkari sebelumnya mengatakan di Beijing bahwa rangkaian turnamen pada penghujung musim merupakan kesempatan bagus untuk terus menguji kemampuannya.

Ia menyadari seluruh petenis telah menjalani perjalanan panjang sepanjang tahun. Karena itu, kemampuan mengelola kelelahan dan menjaga konsistensi akan menjadi faktor penting menjelang musim kompetisi 2027.

Posisi Sakkari di peringkat dunia juga menunjukkan perkembangan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika pada musim sebelumnya ia berada di kisaran peringkat 50-an, kini petenis berusia 31 tahun tersebut menempati peringkat ke-35 dunia.

Bagi Sakkari, Wuhan bukan sekadar tempat untuk menghidupkan kembali kenangan manis masa lalu. Turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa pengalaman, kedewasaan, dan keberanian pada momen-momen penting masih bisa membawanya kembali bersaing di level tertinggi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.