- Home
-
- Luar Negeri
-
- FAO Serukan Kerja Sama Glo...
FAO Serukan Kerja Sama Global Guna Hadapi Risiko Kenaikan Harga Pangan
Kamis, 15 Okt 2026, 00:10 WIBROMA â Kepala Ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Maximo Torero, menyerukan kerja sama global untuk memperkuat ketahanan pangan. Ia menilai kenaikan harga pangan saat ini menjadi risiko terbesar bagi ketahanan pangan dunia, bukan kekurangan pasokan.
Melansir dari Xinhua edisi Rabu (14/10), seruan tersebut disampaikan menjelang Forum Pangan Dunia 2026. Torero menekankan pentingnya koordinasi dan inovasi untuk memperkuat ketahanan sistem pangan dan pertanian dalam menghadapi berbagai guncangan.
Menurut Torero, harga pangan saat ini meningkat karena pasar mengkhawatirkan kemungkinan kekurangan pasokan pada masa mendatang. Kekhawatiran tersebut membuat harga pangan mengandung premi risiko.
Sejumlah faktor turut meningkatkan tekanan terhadap pasar pangan global. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz menjadi salah satu risiko utama.
Pembatasan kembali pengiriman biji-bijian melalui Laut Hitam serta kemungkinan terjadinya El Nino kuat juga menambah kekhawatiran. Tekanan tersebut mulai terlihat pada harga komoditas pangan.
Indeks Harga Pangan FAO mencatat rata-rata 136,0 poin pada September. Angka tersebut naik 1,5 persen dibandingkan Agustus dan 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Torero menilai situasi saat ini lebih kompleks dibandingkan kondisi pada 2022. Saat itu, negara-negara eksportir lain dapat dengan cepat menggantikan pasokan biji-bijian dari Ukraina yang hilang.
Namun, saat ini pasokan sekitar 25 hingga 30 persen input pertanian mengalami pembatasan. Sementara itu, pembangunan kapasitas produksi pupuk baru membutuhkan waktu lima hingga 10 tahun.
Dampak kondisi tersebut mulai memengaruhi keputusan petani yang mengurangi penggunaan urea yang berpotensi menurunkan hasil panen mendatang. Petani lainnya beralih dari tanaman gandum dan jagung ke kedelai.
Kenaikan biaya angkutan serta pembatasan pelayaran melalui Terusan Panama dan Laut Merah juga menambah tekanan. Torero mengatakan dunia mulai menghadapi situasi yang mendorong berbagai pihak untuk lebih mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan.
Menurut Torero, persoalan paling mendesak saat ini adalah keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Torero menegaskan bahwa dunia belum memasuki krisis pangan, tetapi situasinya perlahan memburuk. ils/I-1
- Food and Agriculture Organization (FAO)
- ketahanan pangan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
RI Masuk 7 Besar Negara di Dunia yang Punya Rencana Aksi Nelayan Kecil
-
PDC Tancap Gas, Sistem Kepatuhan Kelas Dunia Diterapkan di 31 Fungsi Perusahaan
-
Anggaran Pendidikan Agam Capai Rp613,74 Miliar, Masuk RAPBD 2027 Rp1,60 Triliun.
-
Bukan Sekadar Hobi, Lomba Lari Jalanan Kini Jadi Mesin Ekonomi Baru dan Angkat Industri Olahraga Tanah Air
-
iPhone Duo vs Xiaomi 18 Fold vs Galaxy Z Fold 8 : Siapa yang Unggul? Ini Perbandingannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.